Rusia diam-diam tanam bom nuklir di sepanjang pesisir Amerika
Rusia diam-diam tanam bom nuklir di sepanjang pesisir Amerika. Viktor Baranetz, mantan juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kepada koran Komsomolskaya Pravda, Rusia diam-diam menanam bom nuklir di sepanjang pesisir Amerika Serikat.
Viktor Baranetz, mantan juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kepada koran Komsomolskaya Pravda, Rusia diam-diam menanam bom nuklir di sepanjang pesisir Amerika Serikat.
Baranetz menuturkan, tindakan itu adalah bagian perlawanan Rusia atas anggaran belanja pertahanan Amerika yang luar biasa besar.
"Bom itu ditanam dan 'tidur' sampai waktunya tiba untuk dapat perintah komando," kata dia, seperti dilansir koran the Independent, Selasa (2/5).
"Sepertinya saya bicara terlalu banyak. Saya harus jaga lidah saya. Sederhananya, kita punya sesuatu yang asimetris dan murah untuk merespons Amerika," kata dia dalam wawancara dengan koran itu.
Bom nuklir ©2013 Merdeka.com
Kremlin menyangkal klaim Baranetz dengan mengatakan tuduhan itu mengada-ada. Seorang pengamat politik independen menilai pernyataan Baranetz itu hanya bentuk "perang politik".
"Sebaiknya Anda jangan menganggap serius berita koran semacam ini," ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Pengamat politik James Nixey menuturkan klaim dari Baranetz hanya bentuk lain dari "perang" antara Rusia dengan Barat.
"Kita sedang perang. Tidak ada tanks, baku tembak, atau orang sekarat. Tapi Rusia dan Barat perang kepentingan dan ambisi," kata dia kepada the Independent.
Menurut Nixey, Moskow menyadari penggunaan aksi militer bukan lagi cara terbaik mencapai tujuan. Dengan begitu Rusia menggunakan sejumlah cara, termasuk serangan siber. Tapi penggunaan nuklir juga masih bisa menjadi pilihan.
Baca juga:
Sempat bertengkar karena rudal, Trump telepon Putin bahas Suriah
Bantah omongan Erdogan, Rusia tegaskan tetap dukung Assad
'Krisis Suriah hasil dari politik menghancurkan Amerika Serikat'
Makin tegang, Rusia kirim pasukan ke perbatasan Korea Utara
Negara mana paling siap hadapi Perang Dunia Ketiga? Ini daftarnya
Rusia sebut serangan AS ke Suriah untungkan ISIS