Rusia dan Ukraina Bertukar Ratusan Tawanan Perang Perempuan
Pertukaran tawanan perang ini dikonfirmasi pejabat dari Rusia dan Ukraina.
Rusia membebaskan 108 perempuan Ukraina yang dijadikan tawanan perang, ditukar dengan 110 orang Rusia yang ditahan Ukraina. Pertukaran tawanan perang ini dikonfirmasi pejabat dari kedua negara.
Dari ratusan tahanan perempuan tersebut, 37 orang dilaporkan ditangkap setelah menyerah di pabrik baja Azovstal di Mariupol yang dikepung pasukan Rusia. Pengepungan tersebut berakhir pada Mei lalu.
Sementara itu, sebagian besar orang Rusia yang dibebaskan merupakan pelaut dari kapal-kapal yang ditahan di Ukraina. Mereka juga termasuk anggota unit militer separatis pro Rusia dari Donbas, Ukraina timur. Demikian dikutip dari BBC, Rabu (19/10).
Kepala staf kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak mengonfirmasi di media sosial, 108 perempuan dibebaskan dalam "pertukaran tawanan perempuan pertama".
Mereka yang dibebaskan termasuk ibu-ibu dan anak-anak perempuan mereka yang ditahan bersama-sama, dan 12 di antaranya merupakan prajurit perempuan.
Pejabat Rusia di Donestk, Ukraina, Denis Pushilin juga mengonfirmasi pertukaran tawanan perang tersebut, dan mengatakan dua tahanan memutuskan tetap berada di Rusia. Kiev tidak menanggapi hal ini.
Pushilin mengatakan, tawanan yang dibebaskan Ukraina terdiri dari 80 pelaut dan 30 prajurit.
Baca juga:
Drone 'Kamikaze' Rusia Bikin Panik Warga Kiev, Sehebat Apa Pesawat Nirawak Itu?
Dinilai Gagal Atasi Konflik, Paus Fransiskus Serukan Reformasi PBB
Arab Saudi Gelontorkan Rp6,1 Triliun Bantuan Kemanusiaan untuk Ukraina
Analisis Pasukan Kavaleri Vs Drone di Era Perang Modern
Julukannya Jenderal Armageddon, Panglima Perang Baru Rusia Ditunjuk Putin Langsung
Potret Warga Kiev Ketakutan Dihantam Rudal Rusia