LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Rumah susun di China dibangun persis di bawah jalan layang

Saking terlalu bising dan bergetar, para penghuni tidak bisa membedakan dengan getaran gempa bumi.

2012-08-17 20:06:00
China
Advertisement

Setiap orang pasti menginginkan memiliki rumah di lingkungan nyaman. Tetapi apa daya saban tahun harga tanah kian mahal. Jadi bagi mereka yang berkantung cekak lebih memilih tinggal di rumah susun. Tetapi bukan seperti di salah satu kota di China ini.

Para penghuni rumah susun di Kota Guiyang, sebelah barat laut Ibu Kota Beijing, China, harus pasrah tinggal tepat di bawah jalan layang. Jaraknya pun sangat mepet, hanya beberapa meter. Alhasil, telinga mereka harus disumpal kapas tiap malam menjelang tidur, seperti dilaporkan surat kabar the Daily Mail, Jumat (17/8).

Sebenarnya jalan layang berjuluk Shuikousi lebih dulu dibangun, yakni pada 1997. Panjang 300 meter membelah kota dan menjadi jalur tercepat menuju Bandara Longdongbao. Dua tahun kemudian sepuluh rumah susun didirikan di bawahnya. Pemerintah setempat menyasar para buruh atau pekerja rendahan buat menghuni proyek itu dan menampung warga yang rumahnya digusur.

Advertisement

Alih-alih ingin hidup nyaman, tiap hari para penghuni rumah susun itu malah berjibaku dengan kebisingan dihasilkan oleh bermacam kendaraan melintas di jalan layang. Tidak hanya menghadapi berisiknya suara knalpot, saban kendaraan lewat kaca dan langit-langit rumah mereka bergetar. Awalnya banyak warga pindah tidak tahan dengan keadaan itu.

Lao Yang, salah satu penghuni mengatakan perlu waktu lama buat beradaptasi dengan situasi itu. Dia tinggal di rumah susun sejak pertama kali diresmikan. Lantaran sudah terbiasa dengan kebisingan dan getaran berasal dari kendaraan bermotor, dia sampai tidak merasakan goyangan gempa bumi melanda kota itu empat tahun lalu.

Beruntung, sejak 2009 pemerintah setempat melarang truk dengan kapasitas besar melewati jalan layang itu. Getaran dan suara berisik kendaraan bermotor pun agak berkurang. Pick-up hanya boleh melintas sore hari. Tetapi, masalah terbesar buat penghuni rumah susun adalah debu terbawa oleh kendaraan bermotor.

Advertisement

Kota Guiyang ditinggali empat juta penduduk dan sebagian besar menempati beberapa rumah susun di empat jalan layang utama kota itu. Laju pertumbuhan cepat membuat pemerintah kesulitan menyediakan tempat tinggal bagi warga mereka. Mereka terpaksa membangun rumah susun di beberapa lokasi lahan kosong walau terletak persis di bawah jembatan.

(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.