LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ribuan Warga Libanon Demo Protes Pemerintah yang Korup

Demo kemarin berlangsung di hari keempat sejak Kamis lalu. Massa turun ke jalan karena dipicu rencana pengenaan pajak untuk pemakaian telepon via aplikasi WhatsApp dan aplikasi pesan singkat lainnya.

2019-10-21 15:55:00
Libanon
Advertisement

Ratusan ribu warga Libanon kemarin turun ke jalan menuntut perbaikan ekonomi dan pemerintahan yang korup.

Demo kemarin berlangsung di hari keempat sejak Kamis lalu. Massa turun ke jalan karena dipicu rencana pengenaan pajak untuk pemakaian telepon via aplikasi WhatsApp dan aplikasi pesan singkat lainnya.

Laman Aljazeera melaporkan, Senin (21/10), di Ibu Kota Beirut, kota kedua terbesar Tripoli, kerumunan massa di jalanan membuat kota itu lumpuh. Warga mengibar-ngibarkan bendera nasional dan meneriakkan 'revolusi', 'menuntut pemerintah mundur'. Peristiwa ini mengingatkan orang akan 'Musim Semi Arab', rangkaian demonstrasi besar-besaran yang akhirnya menumbangkan rezim di Timur Tengah pada 2011 lalu. Massa juga dilaporkan turun ke jalan di Kota Sidon dan Baalbak.

Advertisement

"Saya di sini karena sudah muak dengan politisi kita. Tak ada yang berguna," kata Cherine Shawn, 3 tahun, arsitek interior di Beirut.

Tuntutan utama demonstran adalah pemberantasan korupsi. Mereka menyebut para pemimpin negara menyalahgunakan kekuasaan untuk memperkaya diri selama sekian dekade.

"Kami di sini untuk mengatakan kepada para pemimpin kita: Mundurlah'. Kami tak punya harapan terhadap mereka tapi kami berharap demo ini akan membawa perubahan," ujar Hanan Takkouche, perempuan 40-an tahun di Beirut. "Mereka menjabat untuk memperkaya diri. Semua penipu dan maling," kata dia.

Advertisement

Hari ini dikabarkan ada seruan pemogokan besar-besaran untuk menuntut pemerintah meski Perdana Menteri Saal al-Harini berjanji melaksanakan reformasi dan sejumlah menterinya juga kemarin mundur.

Jumat lalu Hariri menentukan tenggat waktu selama 72 jam bagi koalisinya untuk menyepakati solusi ekonomi tanpa menerapkan pajak baru.

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah yang partainya menjadi bagian dari koalisi pemerintah mengatakan perubahan di pemerintahan akan memperburuk situasi.

Rakyat Libanon selama ini dikenai pajak tinggi dan ekonomi yang lesu sementara utang negara cukup besar, mencapai USD 86 triliun atau lebih dari 150 persen PDB, kata kementerian keuangan.

Libanon memiliki populasi 4,5 juta jiwa dan menampung 1,5 juta pengungsi Suriah.

Baca juga:
Lika-liku Perjalanan Senjata Buatan AS Jatuh ke Tangan Militan
5 Negara Ini Melarang Boeing 737 Max 8 Melintas di Ruang Udaranya
KBRI Beirut Siarkan Live Pilpres 2019 di Facebook, Jokowi Ungguli Prabowo
Israel Lancarkan Operasi Militer Musnahkan Terowongan Hizbullah di Perbatasan Libanon
PBB Khawatirkan Dampak Gelombang Kepulangan Pengungsi ke Suriah
HUT RI ke-73, Pasukan Perdamaian Indonesia di Libanon balap tarik tank dengan tambang

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.