Ribuan Warga India Antre Ingin Dapat "Obat Ajaib" untuk Covid-19
Anandaiah mengatakan obat itu dia buat berdasarkan pengalamannya di dunia pengobatan.
Sejak April lalu India mencatat sekitar 300.000 kasus positif Covid-19 per hari dengan kematian mencapai angka tertinggi di dunia hingga 3.300 kematian dalam satu hari.
Laman Sputnik News melaporkan, Minggu (23/5), ribuan orang kini tampak melanggar aturan protokol kesehatan karena berkerumun dalam antrean di Desa Krishnapatnam di Andhra Pradesh untuk mendapatkan racikan "obat ajaib" yang dibuat oleh seorang tabib Ayurvedic. Pria tua bernama B Anandaiah mengklaim obat racikannya efektif menyembuhkan Covid-19. Namun hingga kini belum ada bukti ilmiah yang membenarkan klaim itu.
Anandaiah mengatakan obat itu dia buat berdasarkan pengalamannya di dunia pengobatan. Karena percaya dengan omongan Anandaiah ribuan orang pasien positif Covid-19 mengantre di bangsal Nellore untuk mendapatkan obat tersebut.
Tak lama setelah pembagian gratis obat itu dimulai, Kepala Menteri Negara Bagian Andhra Pradesh Y.S Jagan Mohan mendesak segera dilakukan rapat dan penelitian tentang obat tersebut. Setelah rapat, Wakil Kepala Menteri A.K.K Srinivas mengatakan pemerintahan pusat memutuskan mengirimkan obat tersebut ke Dewan Pusat Penelitian Medis (ICMR) untuk meneliti efektivitasnya.
Ribuan video beredar di media sosial memperlihatkan orang-orang mengantre untuk mendapatkan "obat ajaib" itu. Dalam salah satu video seorang pria tampak tak kuasa lagi berdiri dan pingsan karena kadar oksigen di tubuhnya sangat rendah namun ajaibnya dia mampu kembali berdiri setelah meminum obat itu.
Namun pejabat kesehatan India P.V Ramesh yang sekaligus menjabat menteri khusus negara bagian tersebut menyebut obat itu "resep menuju bencana."
"Pemerintah harus menghentikan epidemi takhayul ini. Mereka yang membuat dan memberikan obat ini melanggar Undang-Undang Farmasi 1948 dan Obat-obatan 1954," kata dia.
Berikut video ketika orang yang pingsan bangun lagi setelah diberi "obat ajaib" itu:
Baca juga:
Thailand Latih Anjing Deteksi Virus Corona Lewat Keringat
WHO Bentuk Tim Ahli Cegah Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia
Produksi Vaksin Covid-19 Membuat Sembilan Orang Jadi Miliuner Baru
Cara Pemerintah India Menangani Lonjakan Kasus Covid-19
Kafe-kafe di Paris Dibuka Kembali Saat Prancis Mulai Longgarkan Pembatasan Covid-19
Satu-satunya Lab Covid-19 di Gaza Tidak Bisa Berfungsi Lagi Setelah Dibom Israel
Indonesia Masuk 15 Urutan Teratas Kasus Positif Covid-19 Dunia
Hasil Penelitian: Vaksin Covid-19 Tidak Membahayakan Plasenta
Indonesia Kirim 200 Oxygen Concentrators ke India, Bantu Tangani Covid-19