Ribuan massa di Moskow menuntut Putin lengser
Massa berunjuk rasa karena Putin memerintahkan polisi menggrebek rumah tokoh oposisi.
Belasan ribu kelompok oposisi turun ke jalanan Ibu Kota Moskow, Rusia, hari ini. Mereka menuntut Presiden Vladimir Putin mundur dan mengulang pemilihan umum.
BBC melaporkan, Selasa (12/6), ribuan massa membawa spanduk mengelilingi jalan protokol. Mereka meneriakkan slogan "Putin Pencuri" dan "Rusia tanpa Putin". Kepolisian Kota Moskow dalam pernyataan pers memperkirakan pengunjuk rasa mencapai lebih dari 10 ribu.
Unjuk rasa ini merupakan balasan kelompok oposisi setelah kemarin Putin memerintahkan polisi menggrebek rumah-rumah pegiat demokrasi. Beberapa tokoh oposisi hingga kini masih ditahan, di antaranya ALexei Navalny dan Sergei Udaltsov.
Putin terpilih lagi jadi presiden buat kali ketiga dua bulan lalu dalam pemilihan satu putaran. Namun kemenangannya disambut protes. Lembaga pemantau independen Golos, menyatakan suara Putin sejatinya tidak sampai 50 persen.
Kelompok oposisi akhir pekan lalu mengkritik pemerintah karena mengesahkan undang-undang baru mengatur unjuk rasa. Dalam beleid anyar itu, pengumpulan massa tanpa izin polisi akan dikenai denda 300 ribu Rubel (setara Rp 86 juta).
Hingga berita ini dilansir belum ada kabar pengunjuk rasa ditahan atau terjadi bentrokan.
Terakhir kali pihak oposisi berunjuk rasa tiga bulan lalu. Saat itu 20.000 orang terlibat dalam demonstrasi yang berlangsung di pelbagai kota menolak terpilihnya Putin.