Ratusan pria brewok tuntut penurunan harga alat cukur
Mereka membawa poster di antaranya bertuliskan "Biarkan saya brewok atau lebih baik saya mati!"
Indonesia pekan lalu ramai demonstrasi karena kenaikan bahan bakar. Amerika Serikat rupanya juga dilanda unjuk rasa, hanya saja isu yang diangkat bukan perkara harga kebutuhan pokok. Ratusan pengunjuk rasa berpawai di Ibu Kota Washington DC dua hari lalu menuntut penurunan harga alat cukur.
Lebih dari seratus orang yang memelihara brewok atau minimal kumis mengikuti protes yang dinamai "Pawai Sejuta Brewok", seperti dilansir surat kabar the Huffington Post, Selasa (3/4). Peserta pawai secara khusus menuntut Kongres Amerika mengesahkan rancangan undang-undang yang diberi nama stimulus pajak buat perawatan brewok (STACHE).
Rencana kebijakan unik yang mereka tuntut itu nilainya tidak main-main. Orang yang memelihara brewok bakal mendapat keringanan pajak hingga USD 250 untuk membeli alat cukur, sabun khusus, sampai pengering rambut. Selain meneriakkan yel, para peserta membawa poster dengan kata-kata lucu, seperti "Biarkan saya brewok atau lebih baik saya mati!" dan "Pria brewok juga manusia".
Menurut koordinator aksi, Aaron Perlut, pria-pria brewok di Amerika berjasa besar buat negara. "Orang dengan brewok menambah jumlah warga berwajah tampan di negara ini. Sayangnya agar tetap terlihat prima, butuh biaya buat perawatan wajah," ujar Perlut. Saat ini tarif bercukur sedang naik di banyak kota Amerika karena tingkat inflasi melonjak sejak awal tahun ini.
Kelompok ini mengaku usulan mereka telah ditandatangani 200 ribu simpatisan dari seluruh Amerika. Salah satu pria di rombongan pawai bernama John Yeutter menolak bila tuntutan mereka dianggap gila. "Secara ilmiah, pemelihara brewok memang bakal bertambah ganteng 38%, lagipula pengurangan pajak ini bakal menambah pemasukan negara, karena banyak orang membeli alat perawatan muka" kata dosen di Universitas Northeastern, Oklahoma, ini.
Rombongan ini memulai pawai dari depan gedung Kongres Amerika, lantas berakhir di Gedung Putih, kediaman Presiden Barack Hussein Obama. Tidak ada pejabat Kongres atau Gedung Putih yang menemui mereka.
Beberapa pejalan kaki yang dimintai pendapat soal aksi ratusan pria brewok itu mengaku tidak percaya tuntutan mereka serius. Alasannya, saat itu memang tanggal 1 April yang terkenal dengan budaya iseng April Mop.
(mdk/fas)