LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ramai Ajak Boikot Produk Prancis, Warganet Pakistan Malah Boikot Produk Sendiri

Prancis menjadi berita utama setelah memutuskan mendukung penerbitan ulang kartun Nabi Muhammad, yang dikecam negara-negara Muslim seluruh dunia.

2020-11-03 17:05:00
Pakistan
Advertisement

Prancis menjadi berita utama setelah memutuskan mendukung penerbitan ulang kartun Nabi Muhammad, yang dikecam negara-negara Muslim seluruh dunia.

Penerbitan kartun itu memicu sejumlah serangan kekerasan termasuk pemenggalan seorang guru di pinggiran kota Paris, Samuel Paty, setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad saat mengajar di kelas.

Serangan kembali terjadi pada 29 Oktober. Penyerang yang membawa pisau membunuh tiga orang di sebuah gereja di kota Nice. Walaupun polisi belum mengungkap motif pelaku, insiden itu terjadi menyusul dukungan Presiden Prancis Emmanuel Macron atas penerbitan ulang kartun kontroversial tersebut.

Advertisement

Pakistan dan Turki adalah negara yang paling depan menyerukan boikot produk Prancis.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan juga mengkritik Macron karena sikapnya telah mendorong munculnya Islamofobia dengan menyerang Islam daripada teroris pelaku kekerasan.

Saat warganet dari negara Muslim ramai mengajak boikot di media sosial, warga Pakistan malah memboikot produk buatan negaranya sendiri.

Advertisement

Dikutip dari Eurasian Times, Selasa (3/11), biskuit merek Lu yang diserukan warganet untuk diboikot ternyata produk Pakistan, bukan buatan Prancis seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Lu memang terdaftar sebagai merek dagang Prancis. Tapi pada 2007, perusahaan Amerika, Kraft Foods, membelinya dari Prancis.

Pada 2012, Kraft Foods memutuskan memecah perusahaannya menjadi dua dan membentuk perusahaan baru Mondelez International, yang menangani seluruh bisnis biskuit dan coklat internasional.

©twitter.com/AwaisBa49992170

Continental Biscuits Limited (CBL), sebuah perusahaan Pakistan, bergabung atau joint venture dengan Mondelez International dengan kepemilikan saham masing-masing 50,5 persen dan 49,5 persen.

Di tengah seruan boikot, perusahaan tersebut menerbitkan pernyataan mengklarifikasi bahwa perusahaannya dikelola dan dioperasikan di Pakistan dengan kepemilikan saham mayoritas dipegang Pakistan.

"Kami ingin dengan tegas menyatakan bahwa biskuit CBL dan LU - diproduksi di Pakistan - TIDAK BERHUBUNGAN dengan, dan TIDAK ADA KEPEMILIKAN oleh perusahaan Prancis ataupun Prancis," jelasnya dalam sebuah pernyataan di situsnya.

"CBL dengan keras mengutuk tindakan penistaan baru-baru ini di Prancis, terhadap Nabi Muhammad (SAW) yang kita cintai," tambah pernyataan itu.

"Jika masyarakat yang memboikot produk tersebut sedikit saja berusaha mencari tahu kebenarannya, mereka akan menyadari bahwa boikot akan menyakiti Pakistan, bukan Prancis," kata pendiri CBL, Hasan Ali Khan kepada BBC.

Baca juga:
Seruan Boikot Prancis Oleh Sejumlah Negara Muslim, Apa Saja Produk yang Terdampak?
Tanggapi Boikot Produk Prancis, Danone Sebut SGM dan Aqua Diproduksi di Indonesia
CEK FAKTA: Hoaks Video 'Mobil Dibakar Karena Buatan Prancis'
Tokoh Muslim Prancis Kecam Kampanye Boikot, Sebut Islam Dipakai Kepentingan Politik
Aksi Massa Injak dan Bakar Poster Presiden Prancis

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.