Rakyat Slovenia menolak UU pernikahan sejenis lewat referendum
Parlemen negara mayoritas Katolik itu hendak meloloskan UU pro-LGBT sejak Maret lalu, tapi ditolak oposisi
Pemerintah Slovenia kemarin menggelar referendum terkait pengizinan pasangan sejenis menikah di negara Eropa Timur itu. Hasilnya, dua pertiga pemilih menolak beleid pernikahan LGBT.
Tak sekadar menolak legalisasi perwakinan homoseksual, rakyat Slovenia juga menolak mengizinkan pasangan sejenis mengadopsi anak.
"Hasil referendum ini adalah kemenangan bagi anak-anak kita," kata Ales Primc, ketua Kelompok Anti-Gay Slovenia, seperti dilansir BBC, Senin (21/12).
Mayoritas anggota Parlemen Slovenia sembilan bulan lalu hendak mengesahkan Undang-Undang pernikahan sejenis. Namun tekanan dari kelompok oposisi serta kalangan konservatif memaksa pemerintah menggelar referendum.
Nyaris semua negara anggota Uni Eropa mengesahkan UU yang mendukung pasangan homoseksual maupun lesbian. Kendati begitu, negara-negara Eropa Timur seperti Slovenia, Polandia, maupun Serbia menolak pandangan ramah LGBT.
Sikap rakyat Slovenia itu didukung Paus Fransiskus. Mayoritas penduduk Slovenia menganut agama Katolik. "Tolong rakyat Slovenia terus mendukung dipertahakannya konsep keluarga tradisional yang sesuai nilai-nilai moral masyarakat," kata Sri Paus pekan lalu.
Pendukung pernikahan sejenis adalah koalisi Partai Kiri. Anggota parlemen mewakili Partai Kiri, Violeta Tomic, meyakini UU pernikahan homoseksual akan lolos di masa mendatang.
Hasil referendum ini dinilainya cuma bisa menghambat sejenak pengesahan UU. "Cepat atau lambat beleid ini pasti akan disahkan, karena masyarakat semakin terbuka pada pasangan sejenis," kata Tomic.
Baca juga:
Lagi, 3 wanita Brasil langsungkan pernikahan threesome lesbian
Cerita si cantik Darino raih juara 2 fashion show waria se-Jateng
Mensos tak setuju ada pernikahan sejenis
Usai pernikahan sejenis, publik AS diyakini akan dukung ganja legal
Kenapa simbol gay identik dengan warna pelangi?
Pria gay ini hamili 9 perempuan lesbian, punya 10 anak