Raja Saudi: Terorisme itu setan dan ancaman buat rakyat
Raja Saudi: Terorisme itu setan dan ancaman buat rakyat. Keberhasilan pasukan keamanan Arab saudi dalam mengungkap dan membekuk sejumlah orang yang diduga akan melakukan aksi terorisme menuai pujian dari Raja Salman bin Abdulaziz. Raja ketujuh ini menyebut bahwa terorisme adalah perbuatan setan.
Keberhasilan pasukan keamanan Arab saudi dalam mengungkap dan membekuk sejumlah orang yang diduga akan melakukan aksi terorisme menuai pujian dari Raja Salman bin Abdulaziz. Raja ketujuh ini menyebut bahwa terorisme adalah perbuatan setan dan melenceng dari Alquran dan Hadist.
"Kami bangga dengan tindakan dan pengorbanan aparat keamanan pemberani yang bekerja atas kesetiaan bagi bangsa dan agama, dipandu keyakinan mereka kepada Allah dalam menghadapi kelompok gelap terorisme yang melenceng dari Alquran dan Sunnah Nabi SAW, dan mengikuti cara-cara setan dalam menumpahkan darah," tegas Raja Salman, demikian dikutip dari aawsat.com, Jumat (27/1).
Pujian itu diarahkan kepada Pangeran Pewaris Tahta Mohammed bin Naif, yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, sekaligus personel keamanan untuk keamanan dan stabilitas nasional. Di mana Wakil Pewaris Tahta uang merupakan putranya sendiri berhasil menggerakkan anak buahnya dalam melakukan penggerebekan dan penangkapan sejumlah teroris di persembunyian mereka.
Berkat itu pula, gangguan keamanan yang bakal terjadi di negara tersebut dapat dicegah. Sebab, lanjut Raja Salman, terorisme tidak pernah memberikan keuntungan tapi justru merugikan banyak pihak.
"Melalui tindakan mereka, mereka menunjukkan bahwa mereka adalah momok yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat, namun upaya mereka terus-menerus digagalkan. Alhamdulillah, pertama, dan kemudian dengan upaya petugas keamanan kami yang heroik," tutup Raja Salman.
Belum lama ini, aparat keamanan Arab Saudi menembak mati dua terduga teroris yang diduga akan melakukan serangan bom di Riyadh, Minggu (8/1) kemarin. Satu orang petugas terluka selama operasi penangkapan yang berlangsung di al-Yasmi, sebelah utara ibu kota Saudi.
Saat penggerebekan berlangsung, pelaku berusaha melawan para petugas hingga terpaksa ditembak mati. Dari hasil penggeledahan ditemukan dua bom siap ledak di lokasi persembunyiannya.
Baca juga:
Menteri Agama tak tahu soal Raja Salman bakal temui Rizieq
Menteri Agama: Raja Arab ke Indonesia bertemu Presiden Jokowi
Tiga kali batal, Raja Saudi dipastikan ke Indonesia awal Maret
Manuver cantik jet tempur Arab Saudi di depan Raja Salman
Ngeri, pria Palestina ini senang wajahnya dikerubungi hewan berbisa