Raja Abdullah undang Ahmadinejad hadiri pertemuan tingkat tinggi
Kedua pemimpin itu dikenal memiliki prinsip saling bertolak belakang.
Pemimpin Arab Saudi Raja Abdullah mengirimkan undangan kepada Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad agar bersedia menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Darurat Islam pertengahan Agustus ini di Kota Mekkah, seperti dilansir kantor berita resmi SPA, Minggu (5/8).
Undangan buat Ahmadinejad itu disampaikan Duta Besar Arab Saudi untuk Iran Muhammad Al-Kilabi kepada Kepala Kantor Kepresidenan Rahim Masyai dalam sebuah rapat tertutup.
Menurut bocoran, dalam surat itu Raja Abdullah menyeru agar para pemimpin negeri Islam segera mengadakan pertemuan luar biasa. Tujuannya adalah mengikat persatuan di kalangan umat muslim demi menangkal bahaya perpecahan dan penghasutan.
Krisis Suriah bakal menjadi agenda utama dalam pertemuan dijadwalkan berlangsung pada 15-16 Agustus itu. Tidak ketinggalan kemelut etnis Rohingya di Myanmar juga bakal jadi salah satu topik pembicaraan dalam pertemuan tingkat tinggi selama dua hari itu.
Menurut seorang diplomat Arab Saudi, mereka sudah mengundang 57 pemimpin negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) buat menghadiri pertemuan itu, termasuk Indonesia. Dua hari sebelum berlangsung, para menteri luar negeri bakal bertemu guna persiapan konferensi.
Arab Saudi dan Iran selama ini dikenal bertolak belakang dalam hal prinsip. Negeri Mullah itu dikenal sebagai basis Syiah dan Saudi adalah corong Sunni-Wahabi.
Kerajaan bentukan Abdul Aziz bin Saud itu akrab dengan Amerika Serikat, musuh bebuyutan negeri dipimpin Ahmadinejad itu. Dalam konflik Suriah, keduanya mendukung masing-masing pihak bertikai. Iran menyokong Presiden Basyar al-Assad, sementara Arab Saudi tegas membantu pejuang oposisi.
(mdk/fas)