Putra Jamal Khashoggi diundang Raja Salman ke istana Saudi, masyarakat geram
Raut wajah keduanya tampak sedih saat menjabat tangan pemimpin Saudi. Momen mereka diabadikan lewat sebuah foto dan diunggah ke media sosial.
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud dan Pangeran Muhammad bin Salman menerima kunjungan putra Jamal Khashoggi di Istana Yamama, Riyadh, kemarin. Pada kesempatan tersebut dua pemimpin negara itu menyampaikan rasa belasungkawa.
Salah dan saudaranya Sahel disambut oleh Raja Salman dan Pangeran Muhammad di istana. Raut wajah keduanya tampak sedih saat menjabat tangan pemimpin Saudi. Momen mereka diabadikan lewat sebuah foto dan diunggah ke media sosial.
Beragam reaksi muncul setelah foto tersebut tersebar di media sosial. Publik memberi respon tajam setelah melihat foto yang dirilis oleh pemerintah Saudi tersebut. Hal ini disebabkan oleh keyakinan mereka bahwa pihak pemerintah ada kaitannya dengan kematian Khashoggi.
"Mereka membawanya ke istana untuk menerima belasungkawa. Melihat raut wajahnya membuat saya ingin berteriak dan muntah," tulis penulis buku 'Berani Mengemudi: Kebangkitan Wanita Saudi', Manal al-Sharif, dikutip dari Aljazeera, Rabu (24/10).
"Dan inilah momen saat Salah, putra Jamal Khashoggi, diharuskan menjabat tangan orang yang diyakini pembunuh ayahnya. Sangat kejam dan kejam," tulis advokat HAM Timur Tengah, Fadi Al-Qadi.
Sementara itu, salah seorang kerabat Khashoggi mengatakan bahwa Salah telah berada di bawah larangan bepergian oleh pemerintah Saudi sejak ayahnya mulai menulis artikel kritis tentang Pangeran Muhammad untuk kolom Washington Post.
Pangeran Muhammad sendiri telah berada di bawah tekanan internasional yang memuncak karena dicurigai telah memerintahkan atau paling tidak mengetahui tentang rencana pembunuhan terhadap Khashoggi.
Menurut Dewan Pemahaman Arab-Inggris, Chris Doyle, pertemuan antara keluarga Khashoggi dan pemimpin Saudi dirancang untuk mengembalikan reputasinya. Namun sayangnya reaksi di media sosial justru menunjukkan kegagalan upaya tersebut.
"Mereka terlihat murah hati terhadap keluarga Khashoggi, tetapi kami bisa melihat dari foto yang bisa bicara 1.000 kata itu. Benar-benar menunjukkan rasa sakit Salah karena harus bertemu dengan Raja Salman, dan terutama putra mahkota," ungkapnya.
"Saya pikir banyak orang khususnya di media sosial yang berpendapat bahwa, inilah seorang putra yang menjabat tangan pembunuh ayahnya. Ini adalah contoh lain di mana pemerintah Saudi gagal untuk memenangkan hati masyarakat," lanjutnya.
Baca juga:
Pembunuhan Khashoggi dan masa depan Pangeran Muhammad bin Salman
Jasad Khashoggi ditemukan di kebun rumah konsul Saudi
Erdogan minta 18 tersangka pembunuh Jamal Khashoggi diadili di Turki
Raut wajah putra Jamal Khashoggi saat bertemu Pangeran Saudi
Rekaman CCTV perlihatkan agen Saudi berpakaian mirip Khashoggi