Putin Umumkan Besaran Uang Santunan Bagi Keluarga Tentara Rusia yang Tewas di Ukraina
Putin telah mengumumkan skema kompensasi untuk keluarga tentara yang tewas dan terluka.
Presiden Vladimir Putin kemarin menandatangani dekrit yang memerintahkan pembayaran 5 juta ruble (sekitar Rp1,17 miliar) kepada keluarga anggota Garda Nasional Rusia yang meninggal di Ukraina dan Suriah.
Putin telah mengumumkan skema kompensasi untuk keluarga tentara yang tewas dan terluka.
Keputusan tersebut merupakan pengakuan resmi bahwa anggota Garda Nasional Rusia, yang dikenal sebagai Rosgvardia, termasuk di antara korban perang di Ukraina yang digambarkan Rusia sebagai operasi militer khusus. Demikian dilaporkan Antara mengutip Reuters, Selasa (7/6).
Pasukan Garda Nasional Rusia, yang bertanggungjawab langsung ke Putin, dibentuk pada 2016 untuk memerangi terorisme dan kejahatan terorganisir. Pasukan itu telah digunakan di dalam negeri untuk menindak aksi protes damai anti-pemerintah.
Para analis Barat telah menafsirkan pengiriman pasukan itu dari tahap awal perang di Ukraina sebagai suatu tanda keyakinan yang salah tempat bahwa Rusia akan segera merebut kota-kota besar, termasuk ibu kota Kiev, di mana Rosgvardia kemudian dapat digunakan untuk menjaga ketertiban.
Faktanya, pasukan Rusia dipukul mundur dari ibu kota Ukraina--Kiev dan kota keduanya--Kharkiv. Pasukan Rusia sekarang fokus pada pertempuran sengit di wilayah Donbas timur.
Rusia belum memperbarui data jumlah korbannya sejak 25 Maret, ketika dikatakan 1.351 prajurit tewas dan 3.825 lainnya terluka.
Sementara Pemerintah Ukraina dan negara-negara Barat mengatakan korbannya sekarang bertambah berkali-kali lipat.
Baca juga:
Abaikan Ancaman Putin, Inggris Akan Kirim Bantuan Sistem Rudal Jarak Jauh ke Ukraina
Situs Pemerintah Rusia Diretas, Muncul Kata-Kata "Kemenangan untuk Ukraina"
Jenderal Rusia Tewas Lagi di Donbas Ukraina
Putin Ancam Serang Target Baru Jika AS Kirim Rudal Jarak Jauh ke Ukraina
Joe Biden Setuju Persenjatai Ukraina dengan Rudal Jarak Jauh Senilai Rp10 Triliun
Ukraina Tetapkan 600 Lebih Orang Rusia sebagai Tersangka Kejahatan Perang