Putin bikin geger, sebut Hitler invasi Eropa gara-gara Inggris
Perjanjian Munich pada 1939 antara Inggris-Jerman dianggap memberi angin buat Nazi menginvasi kawasan.
Presiden Rusia Vladimir Putin membuat pernyataan kontroversial kemarin dalam seminar sejarah Perang Dunia ke-2 di Ibu Kota Moskow. Dia mengatakan, induk negara Rusia di masa lampau, Uni Soviet, berhasil meredam niat agresi Jerman di bawah pimpinan Adolf Hitler.
Sayangnya, kata Putin, Inggris bersikap teledor dengan membuat perjanjian yang memberi peluang Nazi bersikap seenaknya. Inilah yang memicu Hitler nekat menyerang Polandia lalu mengobarkan Perang Dunia ke-2.
Secara terang-terangan, Putin menyebut aktor paling bertanggung jawab atas tindakan Hitler adalah Perdana Menteri Inggris saat itu, Neville Chamberlain.
"Itu kan akibat perjanjian yang dibuat Chamberlain. Dia yang awalnya menawarkan opsi berdamai dengan Jerman," kata Putin seperti dilansir surat kabar Israel, Haaretz, Jumat (7/11).
Pakta yang dimaksud Putin adalah Perjanjian Munich 1938. Dalam forum antara Inggris-Jerman itu, memang terkesan Nazi diberi kesempatan menginvasi Sudenteland, meliputi Polandia hingga Prancis.
Ketika Hitler benar-benar mengirim pasukan ke negara sekitarnya, Inggris kebakaran jenggot. Akhirnya pecah perang yang menjadi tragedi kemanusiaan terburuk abad 20 itu.
Di lain pihak, Putin membela keputusan Soviet yang ternyata pada 1939 diam-diam menemui petinggi Nazi. Mereka menggelar perundingan untuk membagi Eropa timur menjadi dua wilayah.
Mayoritas daratan Rusia tetap dikuasai Soviet, sedangkan Nazi Jerman dijanjikan menguasai Polandia, Rumania, Finlandia, dan kawasan Baltik. Hasil perundingan rahasia ini disebut Pakta Molotov-Ribbentrop, baru terungkap pada 1939.
"Tidak ada yang salah. Perjanjian tersebut adalah metode politik luar negeri di masa itu. Soviet berusaha menghindari perang, apa salahnya," kata Putin mengelak.
(mdk/ard)