Pria ini pecahkan rekor dunia menonton TV nonstop 94 jam
Alejandro Fragoso (25) asal New York menyingkirkan dua pesaing, walau sempat berhalusinasi di hari ketiga
Siapa sih yang tidak suka menonton televisi? Dengan suguhan acara menarik, siapapun bisa lupa waktu. Namun pecandu televisi paling akut sekalipun belum tentu bisa menyangi kegilaan Alejandro Fragoso asal Kota New York, Amerika Serikat. Pria ini pekan lalu memecahkan rekor dunia Guinness karena menyaksikan televisi selama 94 jam tanpa henti.
Rekor nonton tv terlama ini digelar oleh Guinness melibatkan beberapa peserta. Mereka hanya perlu berada di depan layar tanpa boleh menolehkan padangan dari layar kaca.
Fragoso dan peserta lain cuma memperoleh kesempatan lima menit untuk istirahat setiap 1 jam. Mereka juga dilarang untuk saling bercakap-cakap di dalam ruangan satu sama lain.
Seperti diberitakan laman News.com.au, Kamis (14/4), setelah beberapa jam lewat, Fragoso bersaing melawan Louise Matsakis dan Molly Ennis. Ketiganya secara maraton menonton serial televisi seperti Game of Thrones, Curb Your Enthusiasm, Bob’s Burgers, serta Battlestar Galactica.
"Satu hal yang saya takutkan adalah tertidur tiba-tiba," kata Fragoso sebelum memulai kompetisi ini.
Senada dengan Fragoso, Louise juga takut mengalami kebosanan saat berkompetisi. Benar saja, baru berjalan 10 jam, wanita ini langsung mengangkat bendera putih tanda menyerah.
Alejandro Fragoso diperiksa dokter di sela-sela nonton (c) 2016 Merdeka.com/cnbc.com
Kompetisi masih berjalan antara Fragoso dan Ennis. Dua hari di depan layar kaca, Fragoso mengaku mulai berhalusinasi.
"Hal itu terjadi di pagi hari, saya seperti terbangun dari mimpi, tetapi mata tetap dalam kondisi terbuka dan saya berhalusinasi, ini aneh," kata pemuda 25 tahun itu.
Selepas 59 jam berlalu, Ennis terdiskualifikasi karena memalingkan kontak mata dari layar. Fragoso terus melaju, hingga menyelesaikan catatan waktu 94 jam menonton televisi tanpa henti atau hampir mencapai empat hari.
"Terima kasih Tuhan," kata Fragoso sesudah berhasil memecahkan rekor dunia.
"Otak adalah sebuah jaringan otot, sehingga perlu diperlu diajak bekerja bergerak seperti bagian tubuh lainnya, melakukan variasi latihan adalah kuncinya," ujarnya.
Baca juga:
Lima orang ini pecahkan rekor nonton TV selama 92 jam
Keseruan lompat bungee massal di jembatan Brasil
Singapura pecahkan rekor bermain monopoli dengan peserta terbanyak
Rekor, 50 pasangan nikah massal di atas balon udara
Ini dia, mobil kayu tercepat di dunia!
Mengenal Paulette dan Simone, wanita kembar tertua di dunia