LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Pria Ini Ditangkap karena Dikira Bawa Kokain, Ternyata Bedak Biasa

Peristiwa ini berlangsung di Kota Mendoza, Argentina, ketika pria itu sedang dalam perjalanan menuju ibu kota, Buenos Aires.

Jumat, 06 Des 2024 15:02:00
argentina
Pertimbangannya, krim tidak berbentuk partikel halus dan aman bagi paru-paru bayi yang masih sangat sensitif. (Shutterstock)
Advertisement

Seorang pria asal Argentina dijatuhi hukuman penjara atas tuduhan kriminal yang tidak pernah dilakukannya. Polisi mengira bahwa bedak yang dibawanya adalah kokain, dan diperlukan waktu tiga minggu untuk menganalisis kandungan zat tersebut. Pada awal Oktober 2024, Maximiliano Acosta sedang dalam perjalanan menggunakan bus dari kota Mendoza menuju Buenos Aires, sebagaimana dikutip dari laman Oddity Central, Kamis (5/12/2024). Tak lama setelah itu, bus yang ditumpanginya dihentikan di La Paz untuk pemeriksaan rutin oleh petugas kepolisian. Setelah memeriksa barang-barang penumpang, pihak kepolisian menemukan 18 kotak bedak milik Acosta dan menanyakan tentang barang tersebut.

Walaupun Acosta menjelaskan bahwa barang yang dimilikinya adalah bedak untuk keperluan pribadi, polisi tetap menahannya dengan dugaan kepemilikan narkoba. Tes yang dilakukan setelah penangkapannya menunjukkan bahwa 18 kontainer tersebut diduga berisi kokain, sehingga Maximiliano pun dijebloskan ke penjara tanpa ada pemberitahuan kepada keluarganya mengenai situasi yang dihadapinya.

"Sebagai hasil pemeriksaan, petugas mendeteksi bahwa seorang warga membawa wadah bedak talk untuk kebersihan pribadi di barang-barang miliknya," ungkap Gendarmerie dalam pernyataan resmi pada tanggal 2 Oktober. Dalam operasi tersebut, total 2 kilogram dan 444 gram kokain berhasil disita.Operasi ini menjadi penggerebekan besar yang bahkan diunggah oleh Menteri Keamanan Argentina, Patricia Bullrich, di media sosial.

Setelah Maximiliano mengajukan protes, bubuk putih tersebut dikirim ke laboratorium lain untuk diuji ulang, namun ia tetap mendekam di penjara hingga hasil kedua keluar. Pria itu mengklaim bahwa pihak kepolisian tidak memberi tahu keluarganya tentang penangkapannya dan bahwa barang-barangnya yang disita hilang saat ia berada di balik jeruji besi. "Kami menelepon ke mana-mana; kami meminta daftar penumpang. Tidak ada yang tahu apa pun. Kami menghabiskan dua hari tanpa mengetahui di mana Maxi berada," kata ibunya dengan penuh rasa cemas.

Advertisement

Ternyata bedak tersebut adalah bedak biasa

Ilustrasi Narkoba (RenoBeranger/ Pixabay) © 2024 Liputan6.com

Maximiliano Acosta mengalami penahanan selama 21 hari hingga hasil tes kedua diumumkan. Setelah diperiksa, ternyata bubuk putih yang ditemukan padanya hanyalah bedak biasa, sehingga dia dibebaskan. Namun, alih-alih mendapatkan permohonan maaf, Acosta justru diturunkan di jalan pedesaan dan terpaksa meminta bantuan kepada para pengendara untuk mengantarnya pulang.

Advertisement

Mengenai situasi ini, seorang juru bicara kepolisian menyatakan kepada media bahwa penahanan Acosta merupakan kesalahan yang tidak disengaja. Ia menambahkan bahwa tidak ada masalah dalam proses penyelidikan yang dilakukan, di mana bedak talek sering kali disalahartikan sebagai kokain. Pasukan Keamanan juga mengingatkan bahwa hasil tes bisa memberikan hasil positif palsu. "Sayangnya, hingga ada kepastian, mereka tetap menahannya di penjara," ujar Patricia Bullrich.

Advertisement
Berita Terbaru
  • BGN Evaluasi Penerima MBG, Anggaran Program 2027 Berpotensi Berkurang
  • Jangan Anggap Remeh, Maraton Bisa Berujung Kematian Jika Tanpa Persiapan
  • BRI Hadirkan Fitur 'Toggle' Nabung Emas Otomatis di BRImo, Transfer Sekaligus Berinvestasi Mulai dari Rp10 Ribu
  • Gibran Terima 15 Aspirasi Mahasiswa UBK, Janji Sampaikan ke Prabowo
  • BRI Perluas Akses Investasi Global Melalui BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia
  • argentina
  • berita ringan
  • kokain
  • konten ai
  • merdekaglobal
  • narkoba
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
T
Reporter Teddy Tri Setio Berty
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.