Pria Chechnya bertangan satu diklaim otak serangan bom Turki
Dia diklaim sudah merekrut 130 militan.
Otoritas Turki menuding kelompok Negara Islam Irak Suriah (ISIS) berada di balik serangan bom bunuh diri di Bandara Ataturk Selasa lalu. Setelah rilis kewarganegaraan tiga tersangka tewas diketahui dari Rusia, Uzbekistan dan Kyrgyztan, kini perburuan makin mengarah pada otak dalang pelaku insiden ini.
Seorang pria berjenggot dan berjuluk si 'Tangan Satu' asal Chechnya digadang-gadang ada di balik insiden yang menewaskan 42 korban jiwa ini.
"Akhmed Chataev otak di balik penyerangan usai tiga pelaku bom bunuh diri sebagai koordinatornya di lapangan," tulis media Turki, dikutip koran the Daily Mail, Jumat (1/7).
Akhmed Chataev diketahui melarikan diri dari Rusia pada 12 tahun lalu sebelum menjadi seorang perekrut ISIS di Turki. Dia mendapat suaka di Austria.
Menurut Dewan Keamanan PBB, Akhmed diklaim sudah merekrut 130 militan.
Sekurangnya 20 orang tersangka telah diamankan polisi Istambul dan Izmir. Mereka diduga terhubung dengan serangan bom di bandara itu. Polisi Izmir menangkap sedikitnya sembilan tersangka, setelah sebelumnya dua tersangka terduga ISIS berhasil ditembak mati militer Turki di perbatasan Suriah saat mereka mencoba menyeberang secara ilegal dan tidak peduli akan peringatan petugas yang meminta mereka berhenti.
Teridentifikasi satu dari mereka bernama Muhammad Arab, dia adalah buronan intel Turki.
Orang tersebut digadang juga sebagai tersangka di balik insiden sebelumnya, di Ankara dan Provinsi Adana Selatan."(mdk/pan)