Pria bersenjata serang klub gay di Orlando, sandera pengunjung
Puluhan pengunjung kelab malam itu terluka. Pelaku belum berhasil dilumpukan polisi
Seorang laki-laki menembaki sebuah kelab malam di Kota Orlando, Negara Bagian Florida, Amerika Serikat. Sampai berita ini dilansir, Minggu (12/6), pria itu belum berhasil dilumpuhkan serta masih terdengar beberapa kali suara letusan senjata api. Laporan terakhir oleh polisi menyatakan pelaku menyandera beberapa orang di dalam bangunan.
Serangan itu dilakukan pukul 02.00 waktu setempat. Identitas pelaku belum diungkap oleh kepolisian setempat. Kelab malam yang diserang bernama Pulse, dikenal sebagai tempat berkumpulnya komunitas homoseksual Kota Orlando.
"Bagi penduduk tolong menjauh dari kawasan tersebut," tulis akun twitter Kepolisian Orlando seperti dilansir oleh Kantor berita AFP.
Dilaporkan puluhan pengunjung kelab malam mengalami luka tembak. Televisi lokal menyebut korban cedera mencapai 20 orang. Sebagian berhasil dilarikan ke rumah sakit. Belum ada informasi mengenai korban jiwa dalam insiden ini.
"Petugas masih berusaha mengevakuasi orang-orang yang berada di dalam bangunan," kata salah satu anggota kepolisian di TKP.
Dilaporkan, pelaku mengenakan rompi bom saat beraksi. Tidak jelas apakah pria itu juga membawa bahan peledak.
Penembakan kelab malam ini hanya berselang sehari dari insiden penembakan penyanyi Christine Grimmie. Vokalis jebolan kontes The Voice itu ditembak mati oleh pria bernama Kevin James Loibl yang juga berasal dari Florida, saat memberi tanda tangan kepada fans.
(mdk/ard)