Presiden Mesir Dicemooh Netizen karena Berdoa Membelakangi Kakbah
Presiden Mesir, Abdel-Fattah al-Sisi dicemooh netizen di media sosial setelah muncul foto dirinya saat beribadah umrah. Dalam foto itu, Sisi sedang berdoa namun membelakangi Ka'bah.
Presiden Mesir, Abdel-Fattah al-Sisi dicemooh netizen di media sosial setelah muncul foto dirinya saat beribadah umrah. Dalam foto itu, Sisi sedang berdoa namun membelakangi Kakbah. Biasanya para pemimpin negara Muslim mengambil foto-foto resmi ketika melakukan ziarah ke Mekkah, meskipun pada kesempatan khusus ini, gambar tidak berjalan sesuai rencana Sisi.
Kendati Sisi terlihat berkonsentrasi dalam foto tersebut, banyak orang menyadari Sisi menghadap arah yang salah. Netizen di sosial media kemudian mencemooh dan menertawakannya karena berdoa membelakangi Kakbah yang merupakan kiblat umat Islam sedunia itu.
Halaman akun Facebook juru bicara Sisi dinilai di-setting dan hanya menampilkan komentar baik atas foto tersebut. Mayoritas netizen dalam kolom komentar memuji Sisi yang tengah beribadah umrah tersebut. Demikian dilansir dari laman Alaraby, Minggu (2/6).
Akun resmi Sisi di Twitter yang menampilkan foto-foto saat umrah itu ramai dikomentari netizen. Sejumlah netizen menilai Sisi keliru dalam menjalankan ritual doa tersebut. Berbeda dengan salat yang menjadi kewajiban umat Islam harus menghadap Kakbah sebagai kiblat, ketika berdoa ada juga yang menyebut tak wajib menghadap Kakbah.
Namun, berdoa menghadap Kakbah sangat dianjurkan karena diyakini lebih afdal dan makbul - sebuah tradisi ortodoks yang dipraktekkan dan dihormati jutaan umat Islam hingga hari ini.
Kendati dikenal sebagai kelompok konservatif yang menekan para aktivis liberal, termasuk komunitas LGBTQ+, Mesir berupaya menjauhi ritual Islam ortodoks untuk menghapus apa yang disebut Sisi sebagai "revolusi agama" pada 2015.
Sejak Sisi memimpin kudeta berdarah pada Juni 2013, para ulama Mesir yang bersekutu dengan lembaga-lembaga negara secara konsisten mengeluarkan fatwa yang dinilai aneh, banyak di antaranya mengikuti kebijakan negara.
Bulan lalu, akun Twitter berbahasa Arab Kementerian Luar Negeri Israel mengunggah cuplikan video ulama Mesir yang mendesak warga agar jangan menyumpahi negara Yahudi tersebut.
"Tahukah kalian bahwa menyumpahi Israel itu haram (terlarang)?" tulis akun tersebut.
Kementerian itu mengutip Khaled al-Gindi, ulama yang dikenal pro pemerintah.
"Jangan hina Israel. Kata 'Israel' adalah nama nabi dalam Islam. Berhati-hatilah agar lidahmu tidak tergelincir dan menghina kata ini," kata Gindi dalam cuplikan yang diambil dari sebuah program keagamaan.
Baca juga:
Menengok Megaproyek Pembangunan Ibu Kota Baru Mesir
Referendum Mesir, Jabatan Presiden Sisi Bisa Diperpanjang sampai 2030
Enam Orang Dikabarkan Tewas dalam Aksi Bom Bunuh Diri di Mesir
Melihat Deretan Mobil Klasik dan Unik di Kairo
Aksi Anak-anak Mesir Jadi Joki Balapan Unta
5 Negara Ini Melarang Boeing 737 Max 8 Melintas di Ruang Udaranya