Presiden Korsel tegaskan KTT Korut-AS akan berjalan sesuai rencana
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in membuat pernyataan mengejutkan sehari setelah menggelar pertemuan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Keduanya bertemu di Panmunjom, sebuah desa gencatan senjata di sisi perbatasan Korut.
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in membuat pernyataan mengejutkan sehari setelah menggelar pertemuan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Keduanya bertemu di Panmunjom, sebuah desa gencatan senjata di sisi perbatasan Korut.
Setelah terlibat percakapan dari hati ke hati dengan 'kawannya' Kim, Moon menyatakan bahwa Korut tetap berkomitmen untuk melanjutkan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dia juga menyebut Kim bersedia menyelesaikan persoalan denuklirisasi.
"Kami mengadakan pertemuan sewajarnya seperti dengan teman. Dan kami juga berbicara dengan jujur satu sama lain," aku Moon seperti dikutip dari laman Guardian, Minggu (27/5).
"Kim sekali lagi menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan denuklirisasi. Kim juga menyatakan niatannya untuk bertemu dengan Trump," lanjutnya.
Meski Moon menolak untuk merinci bagaimana tepatnya Korut akan merelakan segala senjata nuklirnya, namun dia tetap optimis bahwa hal tersebut bisa dilakukan.
"Jalan untuk menyelesaikan persoalan denuklirisasi dan perdamaian penuh bukanlah hal mudah tetapi saya yakin kita akan berhasil," tegasnya.
Sebagaimana diketahui, hubungan antara Moon dan Kim semakin membaik setelah keduanya menggelar KTT pada April lalu. Bahkan saat Kim secara mendadak memberi undangan untuk bertemu lagi, Moon dengan cepat menerimanya. Ini menunjukkan betapa dekat kedua pemimpin tersebut hanya dalam waktu begitu singkat.
Moon sendiri beberapa waktu lalu telah mencoba untuk menjadi mediator agar KTT antara pemimpin Korut-AS bisa dilakukan pada 12 Juni mendatang. Namun, keputusan yang Trump buat secara tiba-tiba membuat upaya Moon sia-sia.
Trump membatalkan rencana pertemuannya dengan Kim pada Kamis (24/5). Namun belum 24 jam membuat pernyataan itu, Trump kembali meralat keputusannya dan menyebut bahwa pertemuan akan tetap berjalan sesuai rencana.
"Kami melakukan persiapan sangat baik untuk pertemuan puncak dengan Korut. Jadi kami tetap akan melakukannya pada 12 Juni mendatang di Singapura. Itu belum berubah. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi," ujar Trump.
Baca juga:
Tawa lepas Kim Jong-un melihat pembangunan tempat wisata pantai di Wonsan
Apa yang akan terjadi usai Trump batalkan pertemuan dengan Kim Jong-un?
Usai batalkan pertemuan, Trump sebut 12 Juni masih mungkin jumpa Kim Jong-un
Begini tanggapan Putin atas batalnya pertemuan Trump dan Kim Jong-un
Korea Utara buka peluang dialog dengan AS, usai keputusan sepihak Trump
Kandasnya rencana pertemuan bersejarah Trump dan Kim Jong-un