Presiden Iran Ingatkan Balasan Berbahaya Jika AS Kembali Menyerang
Presiden Iran, Hassan Rouhani memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa pihaknya akan melakukan balasan berbahaya jika Gedung Putih kembali menyerang.
Presiden Iran, Hassan Rouhani memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa pihaknya akan melakukan balasan berbahaya jika Gedung Putih kembali menyerang. Pada Rabu, Presiden AS Donald Trump menyampaikan Iran mengundurkan diri, namun Rouhani mengancam akan melakukan serangan balasan jika diperlukan.
"Jika AS membuat kesalahan lagi, dia akan menerima balasan yang sangat berbahaya," kata Rouhani saat berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dikutip dari Aljazeera, Jumat (10/1).
"Amerika dan Gedung Putih tak paham dengan kawasan dan mengakui betapa mereka telah melakukan kesalahan setelah tindakan teroris mereka dan mengikuti pemberontakan negara-negara kawasan dan persatuan yang telah diciptakan."
Hubungan Iran-AS memanas setelah pada Jumat pekan lalu AS menyerang iring-iringan mobil Panglima Pasukan Garda Revolusi Iran, Qassim Sulaimani di Bandara Internasional Baghdad, Irak. Sulaimani tewas bersama dengan pimpinan militer Irak, Abu Mahdi Al Muhandis. Pada Rabu, Iran membalas dengan menyerang pangkalan pasukan AS di Irak.
Komandan militer senior Iran mengatakan serangan rudal Iran pada Rabu tak bertujuan untuk membunuh tentara AS tapi merusak peralatan militer AS dan memulai serangkaian serangan dan merupakan awal dari serangkaian serangan di seluruh wilayah itu, lapor televisi pemerintah.
Amirali Hajizadeh, Kepala Pasukan Udara Garda Revolusi juga mengatakan balasan yang layak akan dirasakan AS atas pembunuhan Sulaimani yaitu dengan mengusir pasukan AS dari Timur Tengah.
Dia juga mengatakan Iran memiliki ratusan rudal yang siap diluncurkan. Serangan Rabu, kata dia, adalah "serangan dunia maya untuk menonaktifkan pesawat (AS) dan sistem navigasi drone".
Arab Saudi Kecam Iran
Arab Saudi mengecam Iran yang meluncurkan serangan ke pangkalan pasukan AS di Irak. Kerajaan tersebut menuding Iran melanggar kedaulatan Irak. Demikian dilaporkan televisi pemerintah Arab Saudi.
"Kerajaan mengecam dan mengutuk pelanggaran Iran atas kedaulatan Irak," kata sebuah pernyataan yang dibacakan pejabat kantor berita SPA.
"Arab Saudi menyerukan semua pihak agar berusaha menahan diri," imbuhnya.
Dalam sebuah surat kepada PBB selepas serangan tersebut, Iran mengatakan sangat menghormati kedaulatan negara tetangganya, Irak.
(mdk/pan)