LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Presiden Filipina samakan pemerintah China dengan Hitler

Filipina menuduh China menjadi semakin agresif dalam beberapa tahun terakhir buat mengklaim wilayah Laut China Selatan.

2014-02-06 00:03:00
Filipina
Advertisement

Presiden Filipina Benigno Aquino membandingkan upaya kuat China mengklaim wilayah sengketa, seperti Laut China Selatan, dengan upaya para anggota Nazi Jerman. Ini dilakukan Aquino guna mendorong para pemimpin dunia untuk tidak membuat kesalahan yang sama.

Filipina menuduh pemerintah China menjadi semakin agresif selama beberapa tahun terakhir dalam mengintai dan mengklaim hampir semua wilayah Laut China Selatan, dan Presiden Aquino dilaporkan telah menyatakan negaranya tidak bisa sendirian menghadapi China yang ingin berkuasa, seperti dilansir situs asiaone.com, Rabu (5/2), mengutip laporan surat kabar the New York Times.

"Pada titik di mana Anda mengatakan, 'Sudah cukup'. Saya rasa, dunia harus mengatakan itu. Kita harus ingat bahwa Sudetenland diberikan (kepada Jerman) dalam upaya menenangkan Hitler untuk mencegah Perang Dunia II," kata Aquino dalam sebuah wawancara di Ibu Kota Manila, kemarin.

Advertisement

Aquino berupaya memperingatkan para pemimpin dunia tentang ambisi pemerintah China, dengan mengacu pada kegagalan negara-negara Barat untuk mendukung Cekoslowakia menghadapi Adolf Hitler yang memimpin Nazi Jerman menduduki bagian barat negara Eropa pada 1938, menjelang Perang Dunia II.

Namun, juru bicara Aquino tidak dapat dihubungi untuk memberi komentar terkait pernyataannya dalam wawancara itu.

Pernyataan Presiden Aquino itu disampaikan kurang dari dua pekan setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menambah ketegangan antara Jepang dan China, terkait sengketa Laut Cina Timur, dengan membandingkan perang Sino-Jepang dengan Perang Dunia I.

Advertisement

Jepang dan China memang telah lama berselisih mengenai kepemilikan pulau di Laut China Timur yang menjadi sengketa. Perselisihan itu diwarnai dengan konfrontasi para militer seperti pengintaian dengan menggunakan kapal angkatan laut dan pesawat.

China juga mengklaim hampir semua wilayah Laut China Selatan, salah satu perairan dunia yang paling strategis sebab merupakan pusat bagi jalur pelayaran penting, dan wilayah itu diyakini memiliki kekayaan gas alam dan minyak yang sangat menguntungkan.

Namun, tidak hanya China, beberapa negara lain, seperti Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan, juga mengklaim beberapa wilayah di perairan itu.

China terus meningkatkan kehadiran militer dan penjaga pantai di wilayah Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan dalam beberapa tahun terakhir untuk menegaskan klaimnya.

Hal itu tentu menyebabkan ketegangan diplomatik semakin meningkat dan memicu kekhawatiran Filipina tentang adanya intimidasi dari pihak China.

Pemerintah Filipina tahun lalu telah mengajukan tindakan hukum kepada pengadilan PBB untuk menyatakan klaim China terhadap wilayah Laut China Selatan sebagai klaim tidak valid. Namun, pihak China telah menolak untuk berpartisipasi dalam proses pengadilan PBB itu.

Menurut laporan the New York Times, Aquino menegaskan Filipina, salah satu negara dengan pasukan militer paling lemah di wilayah tersebut, tidak akan menyerahkan wilayah manapun kepada China. Tetapi dia juga mengatakan negaranya tentu membutuhkan bantuan negara lain untuk bertahan.

"Jika kita sekarang mengatakan iya untuk sesuatu yang kita yakini sebenarnya salah, apa ada jaminan bahwa hal yang salah itu tidak akan lebih buruk di masa depan?" ujar Aquino.

Dalam wawancara itu, Aquino juga dilaporkan mengatakan, 'Anda mungkin memiliki kekuatan, tetapi itu tidak berarti anda benar'.

Baca juga:
Tiga saudara di Filipina bunuh dan makan organ dalam ibunya
Kemeriahan perayaan Imlek di Filipina
Kondisi anggota Islam Bangsamoro saat diserang militer Filipina
Bentrokan sengit warnai pembongkaran bangunan liar di Filipina
Badai tropis

(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.