Presiden Bolivia sebut kematian Chavez diduga karena diracun
Morales juga merasa curiga terkait penyakit diderita Chavez.
Presiden Bolivia, Evo Morales, baru-baru ini mengatakan dirinya merasa yakin bahwa 'kekaisaran' telah meracuni Presiden Venezuela Hugo Chavez hingga berujung pada kematian. Namun, Morales tidak menjelaskan apa arti 'kekaisaran' itu.
Surat kabar Gulf News melaporkan, Minggu (10/3), presiden 53 tahun itu juga menyebut dirinya sudah merasa curiga terkait penyakit diderita Chavez. Kecurigaan itu dikatakan dia ketika suatu waktu dirinya pernah menawarkan kopi kepada Chavez. Namun, pengawal Chavez langsung menolak.
"Saudara Chavez kemudian mengatakan kepada pengawalnya, 'Bagaimana mungkin Evo akan meracuni saya'. Setelah itu, dia (Chavez) akhirnya mengambil kopi itu," ucap Morales.
Morales sendiri turut menghadiri upacara pemakaman mendiang Chavez di Ibu Kota Caracas dua hari lalu. Pemakaman itu juga dihadiri lebih dari 30 kepala negara.
Pemerintah Venezuela akan menyelenggarakan pemilihan umum presiden pada 14 April mendatang untuk memilih pengganti Chavez. Untuk sementara, Wakil Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, telah dilantik menjadi presiden sementara.
Maduro sebelumnya juga menuding musuh-musuh Venezuela menjadi dalang penyakit kanker diderita Chavez. Dia mengatakan masalah terkait kematian Chavez ini akan dilakukan penyelidikan oleh komisi khusus.
Chavez, yang telah berkuasa selama 14 tahun sebagai presiden Venezuela, meninggal setelah berusaha melawan penyakit kanker yang dideritanya dua tahun belakangan ini. Chavez meninggal di usia ke-58 tahun.
(mdk/fas)