LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Presiden al-Sisi dikecam rakyat Mesir, dituding jadi antek Saudi

Keputusan Sisi menyerahkan Pulau Tiran dan Sanafir ke Saudi akhir pekan lalu disambut unjuk rasa

2016-04-12 11:52:56
Mesir
Advertisement

Keputusan Presiden Abdul Fatah al-Sisi memberikan Pulau Tiran dan Sanafir di Laut Merah kepada Kerajaan Arab Saudi akhir pekan lalu dikecam habis-habisan oleh rakyat Mesir. Warga sipil, aktivis, hingga mantan pejabat dan politisi menyuarakan kritik melalui media sosial.

Mereka menilai sesungguhnya dua pulau tersebut adalah wilayah sah Mesir. Presiden al-Sisi dituding sengaja menjual teritori Mesir hanya untuk menyenangkan Saudi.

"Mari bangkit, bangkit, pulau seharga miliaran, dua piramida, dan sepasang patung-patung akan dibuang secara gratis oleh Sisi," tulis aktivis Bassem Youssef lewat akun Twitternya, seperti diberitakan Press TV, Selasa (12/4).

Advertisement

Beberapa pakar hukum Negeri Piramida menyebut kesepakatan Presiden Sisi dan Saudi melanggar konstitusi. Orang nomor satu di Mesir itu disebut otomatis kehilangan legitimasinya karena menyerahkkan dua pulau tersebut kepada negara lain.

Mantan petinggi militer Mesir, Abdel Munem, turut mengecam tindakan sang Presiden. Dia mengatakan Pulau Tiran dan Sanafir adalah wilayah sah Mesir, sehingga parlemen menggunakan wewenangnya untuk menolak kebijakan Sisi.

Kemarin, protes besar berlangsung di Ibu Kota Kairo. Pihak keamanan menahan sedikitnya lima aktivis karena dianggap memprovokasi massa.

Advertisement

Demonstran menjuluki Presiden Abdel Fattah el-Sisi sebagai 'Awaad', seorang tokoh dalam lagu rakyat Mesir kuno yang melakukan tindakan memalukan dengan menjual tanahnya sendiri.

Diberitakan terpisah oleh South China Morning Post, Selasa (12/4), dua pulau terkait sebenarnya itu diklaim milik Arab Saudi. Pendiri Kerajaan, Abdulaziz Al Saud, menitipkannya kepada Mesir pada 1950 untuk mengelolanya.

"Ini adalah tanah Saudi dan Mesir yang mengelolanya berdasarkan permintaan dari kerajaan dan pintu-pintu penebar keraguan yang tak memiliki asas keberan harus ditutup," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Ahmed Abu Zeid, kepada saluran TV Mesir CBC.

Pulau Tiran berada di tengah Laut Merah dan Teluk Aqaba. Pada 1956, pulau ini sempat dikuasai pasukan Zionis sepanjang Perang Enam Hari antara koalisi negara Arab melawan Israel. Jalur laut di antara Pulau Tiran dan Sanafir sangat ramai karena strategis untuk logistik.

Presiden Sisi berdalih penyerahan pulau itu untuk meningkatkan kerja sama strategis antara Mesir-Saudi di bidang kemaritiman. Namun oposisi berdalih Sisi melakukan politik balas budi, setelah Riyadh menggelontorkan dana nyaris tak terbatas mendukung pemerintahan bekas jenderal yang mengkudeta kepemimpinan Ikhwanul muslimin itu pada 2013.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.