LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Pramono Anung soal nasib muslim Rohingya: Itu sudah di luar batas kemanusiaan

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Indonesia mengutuk keras tragedi penyiksaan etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Penyiksaan etnis ini sudah menjadi perhatian dunia internasional. Saat ini, perhatian pemerintah yang harus cepat ditangani yakni para pengungsi.

2017-09-02 17:00:00
Myanmar
Advertisement

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Indonesia mengutuk keras tragedi penyiksaan etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Penyiksaan etnis ini sudah menjadi perhatian dunia internasional.

"Ini sudah aksi di luar batas kemanusiaan. Dan tentu siapapun pemerintah di dunia ini akan memberikan atensi dan mengutuk itu," ujarnya usai menghadiri akad nikah anak Kepala BIN Budi Gunawan dan Kepala BNN Budi Waseso di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9).

Saat ini, perhatian pemerintah yang harus cepat ditangani yakni para pengungsi. Menurutnya, persoalan Rohingya akan lebih efektif diserahkan kapada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Presiden telah menyampaikan sikapnya maka dengan demikian pemerintah Myanmar harus memberikan perhatian khusus hal itu. Karena sudah menjadi perhatian dunia internasional," kata Pramono.

Sebagai informasi, serdadu pemerintah Myanmar semakin ganas menyerang warga Rohingya di daerah Maungdaw, Buthidaung, dan Rathedaung di Negara Bagian Rakhine. Mereka tidak pandang bulu melepaskan tembakan. Targetnya mulai dari lelaki, perempuan, lansia, hingga anak-anak. Perkampungan mereka turut dibakar.

Keputusan pemerintah Myanmar di bawah kepemimpinan Aung San Suu Kyi mengirim ribuan pasukan ke Negara Bagian Rakhine justru membikin situasi semakin memburuk. Tentara Myanmar dianggap melakukan kejahatan seperti membunuh warga sipil, mencuri harta benda, hingga memperkosa warga Rohingya. Kondisi itu diperparah lantaran Myanmar menolak mengizinkan tim pencari fakta dari Perserikatan Bangsa-Bangsa mendatangi lokasi konflik.

Negara Bagian Rakhine adalah tempat bermukim sekitar 1,1 juta etnis Rohingya. Mereka hidup dalam kondisi miskin dan selalu dipinggirkan oleh penduduk mayoritas Buddha. Myanmar enggan mengakui mereka sebagai warga negara, sedangkan negara tetangga seperti Bangladesh menganggap mereka pendatang ilegal. PBB meyakini tindakan pasukan Myanmar sama saja dengan pembantaian etnis. Namun, Suu Kyi masih berkeras menyangkal tudingan itu.

Baca juga:
Protes pembantaian etnis Rohingya, massa geruduk Kedubes Myanmar
Massa bakar foto Aung San Suu Kyi, minta nobel perdamaian dicabut
Kasus muslim Rohingya, empat fraksi DPR desak pemerintah usir Dubes Myanmar
Mereka mulai berpaling dari Si Burung Merak
Kelompok Buddha Myanmar desak militer terus perangi Rohingya
Malaysia desak Suu Kyi jangan tutup mata soal Rohingya
Lucky Hakim soal Rohingya: Suu Kyi tak pantas raih Nobel Perdamaian

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.