LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Pose depan jerapah tewas hasil buruan, wanita ini dikecam

Seorang pemburu asal Kentucky, Amerika Serikat, dikecam publik lantaran mengambil foto hewan langka hasil buruannya. Ironisnya, dia malah membagikan foto tersebut ke media sosialnya.

2018-07-03 13:00:35
Perburuan Liar
Advertisement

Seorang pemburu asal Kentucky, Amerika Serikat, dikecam publik lantaran mengambil foto hewan langka hasil buruannya. Ironisnya, dia malah membagikan foto tersebut ke media sosialnya.

Dalam foto tersebut, Tess Thompson Talley berpose dengan seekor jerapah hitam yang diburunya di Afrika Selatan sambil memegang senapan.

"Impian terbesar seumur hidupku untuk berburu menjadi kenyataan hari ini. Melihat jerapah hitam ini setelah menguntitnya selama berhari-hari," tulisnya di laman Facebook, dikutip dari Channel News Asia, Selasa (3/7).

Advertisement

Meski kini unggahan tersebut sudah dihapus, namun foto beserta keterangan yang menyertainya telah menjadi viral di dunia maya. Bahkan ketika situs Africalandpost mengunggahnya kembali melalui Twitter, kecaman untuk Tally makin bertambah.

Kecaman tersebut tidak hanya datang dari kalangan biasa, beberapa selebritas juga menyampaikan rasa kecewa mereka terhadap ulah Tally.

"Dia adalah pembunuh yang menjijikan, keji, tak bermora, kejam, dan egois," tulis Debra Messing, aktris yang terkenal melalui perannya dalam serial TV NBC 'Will and Grace'.

Advertisement

Meski telah mendapat kecaman sedemikian rupa, Talley tetap melakukan pembelaan diri. Dalam surel yang dikirimnya ke Fox News, dia mengatakan bahwa jerapah yang diburunya adalah bagian dari sub-spesies Afrika Selatan yang tidak langka.

"Jumlah sub-spesies ini sebenarnya meningkat karena sebagian pemburu dan konservasi dibayar besar untuk melakukan perburuan besar," ujarnya.

Pernyataan tersebut mengacu pada laporan BBC yang menyatakan bahwa perburuan besar di Afrika Selatan bersifat legal karena hal itu telah membuat penghasilan industri paristiwa setempat meningkat hingga USD 2 miliar tiap tahun.

Namun Jerapah sendiri telah dikategorikan sebagai hewan 'rentan' sejak 2016 oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam. Jumlah jerapah di Afrika sub-Sahara telah menurun hampir 40 persen sejak 1985.

Baca juga:
Warga Inhil jerat beruang madu, kemudian dibunuh daging direndang & digulai
Protes perburuan, aktivis pecinta hewan di Spanyol berlumuran darah
Viral foto rusa mati, Taman Nasional Komodo bentuk tim investigasi
Taman Nasional Komodo akan telusuri foto puluhan rusa mati
Seperti ini perangkap buatan para pemburu satwa di hutan Leuser
Sadisnya kejuaraan berburu hiu di AS

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.