LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Politisi Ditembak dan Dibom, Teror-teror Mematikan Jelang Pemilu Afghanistan

Menurut Komisi Pemilihan Umum Afghanistan, setidaknya sembilan kandidat yang hendak berpartisipasi pada Pemilu Oktober 2018, tewas dalam serangan di seluruh negeri dan dua telah diculik dengan nasib mereka yang tidak diketahui.

2019-07-31 07:42:00
Afghanistan
Advertisement

Di Afghanistan sejarah pemilu tampaknya tak pernah lepas dari peristiwa pertumpahan darah.

Sedikitnya 20 orang tewas dan 50 lainnya luka dalam peristiwa serangan bom bunuh diri di Ibu Kota Kabul, Afghanistan tiga hari lalu. Serangan bom yang diwarnai baku tembak itu terjadi di kantor calon wakil presiden, Amrullah Saleh.

Kebanyakan korban adalah warga sipil, kecuali dua petugas polisi dan satu orang dari badan intelijen Afghanistan (NDS), demikian seperti dikutip dari Deutsche-Welle (DW), Minggu (14/10). Demikian disampaikan Juru Bicara untuk Gubernur Takhar, Jawad Hejri.

Advertisement

Pelaku menyerang menggunakan bom yang diikat ke sebuah sepeda motor, yang kemudian ditabrakkan ke arah kerumunan orang.

Kendaraan itu meledak sekitar siang hari waktu setempat, ketika Nazefa Yusoufi Beg, seorang kandidat perempuan yang mencalonkan diri untuk duduk di parlemen nasional, sedang mempersiapkan pidato di hadapan para pendukungnya. Dia selamat dari serangan itu.

Seperti dikutip dari VOA, lebih dari 400 perempuan berkampanye menjelang pemilu Parlemen Nasional Afghanistan yang dijadwalkan pada 20 Oktober mendatang. Lebih dari 2.500 kandidat, 417 di antaranya adalah perempuan bersaing memperebutkan 249 kursi. Sebanyak 68 kursi parlemen khusus diperuntukkan bagi perempuan.

Advertisement

Sejauh ini tidak ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu.

Tetapi Taliban menyebut pemilu Oktober 2018 mendatang sebagai kontestasi "palsu dan sebuah konspirasi untuk menipu rakyat dan untuk kepentingan jahat pihak asing" serta meminta simpatisan Taliban agar mengganggu prosesnya.

Menurut Komisi Pemilihan Umum Afghanistan, setidaknya sembilan kandidat yang hendak berpartisipasi pada Pemilu Oktober 2018, tewas dalam serangan di seluruh negeri dan dua telah diculik dengan nasib mereka yang tidak diketahui.

Sementara itu, ratusan warga sipil terbunuh atau terluka, dalam serangan yang berkaitan dengan pelaksanaan kampanye Pemilu Oktober 2018.

Awal pekan ini, kandidat bernama Saleh Mohammad Achekzei tewas ketika seorang pengebom bunuh diri menargetkan rumahnya di Provinsi Helmand, dengan tujuh orang lainnya juga kehilangan nyawa mereka.

Berikut catatan serangkaian teror mematikan jelang pemilu Afghanistan yang dihimpun merdeka.com dari berbagai sumber:

Politikus Perempuan Afghanistan Ditembak Mati di Siang Bolong

Seorang mantan jurnalis yang bekerja untuk parlemen Afghanistan ditembak di Kabul. Mena Mangal dikenal karena karyanya yang menyajikan pertunjukan di beberapa jaringan televisi, sebelum ia meninggalkan jurnalisme untuk menjadi penasihat budaya di parlemen.

Menurut Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Nasrat Rahimi, Mangal ditembak mati di Kabul timur di siang hari bolong, 11 Mei 2019, demikian seperti dilansir NDTV, Minggu (12/5).

Penyelidikan sedang dilakukan, kata Rahimi, tetapi ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Tidak ada yang langsung mengklaim bertanggungjawab atas kematian Mangal, dan tidak segera diketahui mengapa ia menjadi sasaran.

Namun, aktivis hak-hak perempuan Afghanistan terkemuka Wazhma Frogh mengatakan, Mangal baru-baru ini menulis di media sosial bahwa dia merasa hidupnya terancam.

Sementara dalam video penuh air mata yang di-posting di Twitter, ibu Mangal menyebut sekelompok pria sebagai tersangka pembunuh, mengklaim bahwa mereka sebelumnya telah menculik putrinya. Kelompok itu ditangkap karena penculikan itu, katanya, tetapi kemudian menyuap untuk keluar dari penahanan.

Kejahatan di Kabul semakin memburuk dalam beberapa tahun terakhir, menambah banyak tekanan bagi penduduk di kota di mana serangan teroris sering terjadi.

Sementara itu, nasib perempuan di Afghanistan telah menjadi fokus dalam beberapa bulan terakhir, karena banyak orang di negara yang dilanda perang khawatir bahwa hak-hak yang diperoleh dengan susah payah untuk perempuan akan hilang jika AS membuat perjanjian damai dengan Taliban.

Selama dua dekade terakhir perang di Afghanistan telah terjadi banyak serangan dan pembunuhan terhadap perempuan di posisi publik, termasuk polisi wanita dan politisi, pendidik, pelajar dan jurnalis. Beberapa telah dijadikan sasaran oleh para pemberontak yang keberatan dengan perempuan yang memiliki peran vital dalam kehidupan publik, sementara yang lain telah diserang oleh kerabat atau anggota komunitas mereka sendiri yang konservatif.

Meskipun ada kemajuan sejak penggulingan Taliban dari pemerintahan pada tahun 2001, perempuan di Afghanistan masih sering terpinggirkan.

Afghanistan juga merupakan tempat paling mematikan di dunia bagi para jurnalis, yang menghadapi banyak risiko meliput konflik dan yang kadang-kadang menjadi sasaran karena melakukan pekerjaan mereka.

Sepupu Presiden Tewas Kena Serangan Bom Bunuh Diri

Seorang pelaku bunuh diri menyebabkan sepupu presiden Afganistan yang akan mengakhiri jabatannya, Hamid Karzai, terbunuh di dekat Kota Kandahar pada hari ini, kata petugas.

Hashmat Karzai adalah manajer kampanye di Kandahar bagi Ashraf Ghani, satu dari dua calon pemilihan presiden yang terlibat dalam perseteruan sengit mengenai kecurangan pemilu dan mengancam negeri itu dalam suasana yang lebih buruk, seperti dilansir stasiun televisi NDTV, Selasa (29/8/2014).

Hashmat Karzai, yang dikenal memiliki peliharaan seekor singa, terbunuh oleh seorang pria yang membawa bahan peledak tersembunyi di balik sorbannya ketika datang sebagai tamu untuk merayakan Idul Fitri.

"Seorang pengebom bunuh diri berkunjung sebagai tamu di rumah Karzai untuk memberi ucapan selamat Idul Fitri," kata Dawa Khan Minapal, juru bicara gubernur Kandahar kepada AFP.

"Setelah dia memeluk Hashmat, dia meledakkan bahan peledak dan menewaskannya."

Ghani dan pemimpin oposisi Abdullah Abdullah berseteru mengenai hasil pemilihan presiden dan saling menuduh adanya kecurangan besar.

Ghani memenangkan pemungutan suara menurut hasil penghitungan awal, tetapi audit suara kemudian dilakukan setelah Abdullah menolak kekalahan karena mengaku dicurangi.

Audit itu memicu keluhan dari kedua belah pihak dan dikhawatirkan Afghanistan riskan mengalami perpecahan dalam kekerasan antar suku seperti terjadi pada perang saudara tahun 1992-1996.

Hashmat Karzai semula bekerja untuk Qayyum Karzai, saudara laki-laki Hamiz Karzai, kemudian pindah mendukung Ghani ketika Qayyum mengundurkan diri dari pemilihan presiden.

Taliban Tembak Mati Politikus Sekuler

Kelompok milisi Taliban kemarin dikabarkan telah menyerang dua kandidat dari partai politik beraliran sekuler di Pakistan dan berhasil membunuh salah satunya. Hal ini terjadi setelah Taliban Pakistan memperingatkan mereka akan menyerang kelompok sekuler menjelang pemilihan umum yang akan digelar pada 11 Mei mendatang.

Surat kabar the Wall Street Journal melaporkan, Jumat (12/4/2013), tiga partai politik beraliran sekuler Pakistan, yang membentuk pemerintahan koalisi dan memimpin negara itu sejak pemilu terakhir pada 2008, mengatakan mereka merasa dirugikan oleh serangan Taliban.

Kelompok Taliban mengklaim pihaknya bertanggung jawab atas pembunuhan Fakhrul Islam, kandidat anggota parlemen untuk Provinsi Sindh dari Kota Hyderabad. Dia merupakan perwakilan dari Partai Muttahida Quami Movement (MQM) yang beraliran liberal.

Pejabat senior Kepolisian Peshawar, Sagib Ismail Memon, mengatakan Fakhrul Islam ditembak oleh dua orang dengan menggunakan motor saat dirinya sedang menuju kantor dari rumahnya menggunakan angkutan. Politikus dari Partai MQM ini tewas di tempat setelah tiga peluru bersarang di tubuhnya.

"Setelah menembak korban pelaku tidak dapat menghidupkan motor dan harus mencuri motor lainnya untuk melarikan diri," kata Memon. "Obyek terorisme ini dilakukan untuk mengganggu proses pemilihan umum sehingga para pemilih tidak keluar dari rumah mereka."

Politikus kedua yang menjadi target serangan milisi Taliban terjadi kemarin adalah anggota dari Partai ANB, Arbab Ayub Jan, yang mengundurkan diri dari jabatan menteri pertanian di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Meski kendaraan Jan hancur, namun dia dikabarkan tidak mengalami luka-luka. Saat itu, dia sedang berada di jalan menuju rumahnya usai menghadiri acara pemilihan umum di Peshawar. Jan akan kembali mencalonkan diri untuk parlemen provinsi.

Partai MQM, Partai Rakyat Pakistan (PPP), dan Partai Nasional Awami (ANP), telah dijadikan target oleh Taliban sebagai ancaman bagi kelompok sekuler. Anggota parlemen dari Partai Nasional Awami yang kembali mencalonkan diri kemarin juga dikabarkan lolos dari serangan bom yang terjadi di pinggiran Kota Peshawar.

"Ini bukan pemilihan umum yang adil buat kita. Kita tidak diberikan kesempatan yang sama," kata pejabat senior Partai MQM, Farooq Sattar, kemarin. "Peristiwa ini merupakan konspirasi untuk merebut mandat kami."

Pemilihan umum yang bakal digelar pada 11 Mei mendatang akan memilih pemerintah nasional serta pemerintah bagi empat provinsi. Selama periode pemilihan umum, pemerintahan provinsi dan pemerintahan nasional akan dijalankan oleh pemerintah sementara yang netral.

Ancaman terhadap partai sekuler yang dilakukan Taliban Pakistan ini justru bisa membantu kelompok-kelompok agama dan konservatif untuk mendapat keuntungan saat kampanye di hadapan publik. Namun, pihak sekuler berharap kekerasan yang dilakukan terhadap mereka akan menarik simpati perolehan suara.

"Serangan terhadap kandidat dari MQM merupakan kelanjutan dari strategi kami dalam menargetkan partai-partai sekuler di negara ini. Kami akan terus menargetkan para anggota dan calon dari partai MQM, PPP, dan ANP, serta kampanye-kampanye pemilu mereka, sebab pihak ini merupakan wajah dari orang-orang sekuler kafir," ujar Juru bicara Taliban Pakistan, Ehsanullah Ehsan, kemarin.

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.