Politikus Belanda pembenci Islam unggul dalam survei pemilu
Politikus Belanda pembenci Islam unggul dalam survei pemilu. Politikus ekstrem kanan asal Belanda Geert Wilders, 53 tahun, unggul dalam survei pemilu yang akan digelar 15 Maret mendatang. Wilders menuai kontroversi setelah dia mengatakan ideologi Islam boleh jadi lebih berbahaya ketimbang Naziisme.
Politikus ekstrem kanan asal Belanda Geert Wilders, 53 tahun, unggul dalam survei pemilu yang akan digelar 15 Maret mendatang. Partai Untuk Kebebasan (PVV) yang didirikan dan diketuai oleh Wilders unggul dalam survei, sementara Partai Kebebasan dan Demokrasi (VVD) yang kini berkuasa dengan Perdana Menteri Mark Rutte ada di urutan kedua.
Penyelenggara survei Maurice de Hond Minggu lalu menyatakan dalam jajak pendapat yang digelar saban pekan, partai PVV-nya Wilders mendapat 30 kursi dan Partai VVD-nya Rutte meraih 26 kursi.
Wilders menuai kontroversi setelah dia mengatakan ideologi Islam boleh jadi lebih berbahaya ketimbang Naziisme.
Pendiri sekaligus Ketua Partai Untuk Kebebasan (PVV) itu dalam wawancara dengan stasiun televisi WNL Sabtu lalu mengatakan jika dia terpilih sebagai perdana menteri dalam pemilu 15 Maret mendatang, maka dia akan melarang Alquran dan menutup semua masjid di Negeri Kincir Angin.
geert wilders ©Daily Mail
"Kitab ini malah lebih berisi anti-Semit ketimbang Mein Kampf (buku otobiografi Adolf Hitler). Di dalamnya banyak seruan untuk kekerasan," kata dia ketika membandingkan Alquran dan Mein Kampf, seperti dilansir koran Express, Senin (13/2).
"Jika ada kuil Nazi di Belanda yang diberi izin, maka semua orang pasti murka. Islam tidak punya tempat di negara kita," kata dia seraya membandingkan masjid dan kuil Nazi.
Pria yang dijuluki Trump-nya Belanda ini mendapat sorotan dengan program kampanyenya yang akan melakukan 'de-Islamisasi' di Belanda dan menutup perbatasan bagi imigran. Dia juga punya slogan mirip dengan Donald Trump, yakni menjadikan "Belanda milik kita lagi."
Partainya Wilders saat ini hanya punya 12 kursi di parlemen Belanda yang totalnya ada 150 kursi. Jika pada pemilu nanti partainya menang maka Partainya Wilders akan merebut 30-35 kursi. Meskipun seandainya dia menang pemilu maka partai PVV harus berkoalisi dengan partai lain supaya mendapat 75 kursi jika ingin menjadi perdana menteri. Namun partai lain sudah mengatakan akan menolak berkoalisi dengan PVV karena pandangan politiknya.