LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Politikus anti-Islam Belanda diadili karena menganjurkan rasisme

Geert Wilders, yang pernah membuat film 'Fitna', memprovokasi warga agar membenci orang Maroko

2016-03-18 15:42:41
Belanda
Advertisement

Geert Wilders, politikus Belanda berhaluan sayap kanan yang bebas lima tahun lalu karena pernyataan anti Islam, kembali masuk pengadilan. Wilders kali ini dinilai telah menyebar paham kebencian terhadap etnis minoritas Maroko di Negeri Kincir Angin.

Jaksa mengatakan Wilders melontarkan sebuah pilihan kepada para pendukungnya pada Maret 2014, "apakah mereka ingin lebih banyak atau lebih sedikit orang Maroko di Belanda?"

Kaliman Wilders itu memantik teriakan "Lebih sedikit !" secara berulang. Wilders merespon dengan, "Kami akan urus hal tersebut."

Advertisement

Diberitakan Al Jazeera, Jumat (18/3), politisi ini tengah mengahadapi tuduhan diskrimansi dan penebar paham kebencian terhadap mereka (orang Maroko), dimana terdapat 2 persen dari total 17 juta jumlah populasi warga Belanda.

Dalam siaran telivisi, Wilders mengibaratkan orang Maroko sebagai 'sampah'. Dia bisa dipenjarakan selama satu tahun dan dikenakan denda maksimal 7,400 euro (setara Rp 109,4 juta).

Wilders yang memegang kekuasaan selama satu dekade di partai Kebebasan menjadi seorang pemimpin populer. Namun, dia selalu menyangkal bila aksi kontroversialnya adalah sebuah kesalahan.

Advertisement

"Tidak ada yang akan membungkam saya. Tidak juga orang Maroko, Tidak ancaman teroris, maupun hakim, tidak seorang pun," tegasnya dalam akun Twitter minggu lalu.

Baca juga:
Bangladesh bakal cabut status Islam sebagai agama resmi
Dukung muslim, kaum LGBT Inggris unjuk rasa tolak Islamofobia
Trump: usir muslim paling efektif caranya ditembak peluru darah babi
Patroli anti-Islam Inggris menghebohkan, sebut Muhammad nabi palsu
Charlie Hebdo dan Islamofobia di Eropa

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.