Politik Malaysia pun memanas akibat perang di Lahad Datu
Perang di tapal batas kini sudah masuk ranah politik.
Tak hanya di wilayah Tandou dan Tanjung Batu yang memanas akibat perang antara militer Malaysia dengan para penyusup Sulu, suhu politik di negeri Jiran ini pun ikut naik. Perang di tapal batas itu pun kini sudah masuk ranah politik.
Seperti dilaporkan wartawan merdeka.com dari Sabah, Hery H Winarno, konstelasi politik memanas karena dalam waktu dekat Malaysia akan segera menggelar Pilihan Raya Umum (Pemilu) yang ketiga belas. Tak heran perang di perbatasan ini pun jadi sasaran kampanye.
Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Tian Chua menuding UMNO berada di belakang masuknya penyusup Sulu di Lahad Datu. Tian Chua menyebut penyerangan yang dilakukan pemerintah Malaysia hanya sandiwara belaka untuk merebut simpati rakyat Malaysia jelang Pemilu.
Partai oposisi melihat sejumlah kejanggalan masuk pasukan kerajaan Sulu ke Tandou, wilayah perbatasan dengan Filipina Selatan. Pasukan Sulu diyakini sudah lama masuk wilayah Tandou, tetapi pemerintah Malaysia terkesan mendiamkan mereka, dan baru menjelang PRU, militer dan polisi menyerang para penyusup yang kerap disebut pengganas itu.
Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak pun mengecam keras pernyataan Tian kotor oleh oposisi untuk menggalang dukungan rakyat dalam pemilihan umum mendekat.
"Mereka (oposisi) yang menuduh pemerintah pementasan drama. Ini adalah kebohongan besar dan kepalsuan. Bahkan dalam insiden Memali, oposisi menyalahkan pemerintah," ujar Razak seperti dikutip dari Bernama, Minggu (9/3).
"Kami (pemerintah) tidak melakukan hal seperti itu. Kami tidak pernah mempolitisasi keamanan kita karena melibatkan kehidupan manusia," katanya.
Atas pernyataan tersebut, beberapa organisasi sayap UMNO dan beberapa lembaga swadaya melaporkan Tian Chua ke polisi. Pernyataan tersebut dinilai telah melecehkan negara.
Media-media Malaysia pun kerap memberitakan beberapa demonstrasi yang mengecam pernyataan Tian. Bahkan untuk membuktikan pernyataannya, Tian diminta ikut berperang di Tandou.
"Ada banyak polisi mati dibilang sandiwara, kau saja angkat senjata ikut berperang biar tahu perang di sana macam apa," ujar seorang pria yang berdemonstrasi mengutuk Tian seperti disiarkan oleh TV1 Malaysia.(mdk/has)