Polisi Mesir tangkap pembuat video palsu korban perang di Aleppo
Polisi Mesir tangkap pembuat video palsu korban perang di Aleppo. Mereka yang ditangkap ada lima orang. Polisi mencurigai penampilan gadis dengan gaun putih tertutup noda merah yang terlihat dibuat-buat. Para tersangka dilaporkan mengakui telah merencanakan dan mendistribusikan karya itu di media sosial.
Polisi Mesir menangkap lima orang di Port Said, karena diduga telah membuat video palsu mengenai kondisi di kota Aleppo, Suriah. Mereka adalah juru kamera video, asisten, dan orangtua dari dua anak yang muncul dalam rekaman itu.
Hal ini diungkapkan oleh Kementerian Dalam Negeri Mesir. Para tersangka dilaporkan mengakui telah merencanakan dan mendistribusikan karya itu di media sosial.
Video tersebut menampilkan adegan orang yang pura-pura cedera karena serangan udara, seorang gadis delapan tahun memakai gaun putih dengan noda merah pada perban sambil memegang boneka beruang, serta anak 12 tahun yang juga diwawancarai tentang seperti apa hidup ini di bawah serangan udara pemerintah Suriah yang didukung Rusia.
Polisi melakukan penyelidikan setelah mencurigai penampilan gadis dengan gaun putih tertutup noda merah yang terlihat dibuat-buat.
"Gaun gadis itu, yang ditutupi noda merah menarik perhatian polisi untuk diselidiki," kata perwakilan kementerian, seperti dilansir dari laman Independent, Rabu (21/12).
Polisi menyita kamera dan enam ponsel sebagai barang bukti. Saat ini, juru kamera masih ditahan sementara empat orang lainnya sudah dibebaskan dengan jaminan. Namun, masih belum jelas hukuman apa yang akan menanti para tersangka itu.
Konflik yang terjadi di Aleppo telah menyedot perhatian dunia. Oleh karenanya, banyak orang memanfaatkan keadaan itu dengan membuat video atau mengambil foto dari tempat lain untuk diedarkan di media sosial demi kepentingan pribadi.(mdk/pan)