Polisi Inggris mulai selidiki dan kumpulkan bukti skandal Cambridge Analytica
Polisi Inggris mulai selidiki dan kumpulkan bukti skandal Cambridge Analytica. Penyelidik Inggris memasuki kantor perusahaan itu pada Jumat, 24 Maret malam. Belasan penyidik berada di perusahaan itu selama berjam-jam sebelum meninggalkan lokasi Sabtu dini hari.
Kepolisian Inggris akhir pekan lalu mulai menyelidiki sekaligus menyita barang bukti dalam kasus melibatkan perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica.
Sejumlah bukti yang disita bersumber langsung dari kantor pusat Cambridge Analytica di London, Inggris. Demikian seperti dikutip dari VOA Indonesia (26/3).
Penyelidik Inggris memasuki kantor perusahaan itu pada Jumat, 24 Maret malam. Belasan penyidik berada di perusahaan itu selama berjam-jam sebelum meninggalkan lokasi Sabtu dini hari.
Penyelidikan dan penyitaan barang bukti itu dilakukan guna "menentukan langkah selanjutnya" yang akan diambil oleh pihak berwenang di Inggris.
Proses penyelidikan itu dilakukan beberapa hari usai Kantor Komisi Informasi Inggris (ICO) mengatakan akan mengajukan permohonan kepada Kepolisian dan Lembaga Peradilan untuk segera menyelidiki dugaan pelanggaran pidana yang dilakukan oleh Cambridge Analytica.
Bak gayung bersambut, hakim pengadilan setempat menerbitkan surat izin pada Jumat pagi. Kemudian kepolisian memulai penyelidikan dan pengumpulan barang bukti pada Jumat sore.
Merespons proses itu, ICO mengatakan "seluruh bukti dan temuan akan dipelajari sebelum memutuskan untuk mengambil langkah selanjutnya dan sampai pada kesimpulan" terkait skandal Cambridge Analytica.
Baca juga:
Skandal Cambridge Analytica: Facebook minta maaf di surat kabar Inggris dan AS
Imbas kasus kebocoran data Facebook, industri ini diprediksi tumbuh di masa depan
Bocoran dokumen: Begini cara Cambridge Analytica menangkan Trump dalam pilpres AS
Mantan penasihat Trump sebut 50 juta data pengguna Facebook dijual ke seluruh dunia
Tak cuma Facebook, Instagram juga tempat 'setor' data pribadi
Facebook terapkan kebijakan ini untuk cegah kebocoran data terulang
Sumber: Liputan6.com
(mdk/pan)