PM anyar Kanada perintahkan Menteri Hukum legalisasi ganja
Legalisasi mariyuana ini adalah janji kampanye Justin Trudeau, pemimpin Partai Liberal
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, yang baru terpilih bulan lalu, bergerak cepat untuk memenuhi janji-janji kampanyenya. Pemimpin Partai Liberal ini mendukung legalisasi mariyuana untuk jumlah kecil maupun penggunaan medis. Sedangkan Kanada sampai sekarang melarang kepemilikan ganja.
Seperti dilansir Stasiun Televisi Al Arabiya, Minggu (22/11), Trudeau pekan lalu telah mengirimkan memo kepada Menteri Hukum Jody Wilson-Raybould, untuk mempercepat proses legalisasi ganja. PM yang baru berusia 43 tahun ini sekaligus menghubungi Menteri Kesehatan untuk merancang naskah undang-undang tersebut.
"Silakan Menteri Hukum memetakan di negara bagian mana saja penjualan mariyuana secara sah bisa dilakukan," tulis memo itu yang diunggah di situs pribadi Trudeau.
Kendati agendanya liberal, Trudeau tidak berupaya membuat ganja bisa dijual bebas di toko swalayan. Yang dimaksud dengan legalisasi ini adalah penjualan terbatas kepada pria dewasa di atas 18 tahun atau dengan surat dokter. Pengaturannya akan mirip miras.
"Jika terpilih, saya akan menjamin anak-anak di negara ini tidak bisa mengakses obat-obatan terlarang," kata Trudeau saat diwawancarai CBC tahun lalu.
Bukan hanya untuk isu ganja Trudeau bergerak cepat memenuhi janji kampanye. Pekan lalu, Kejaksaan Agung Kanada mencabut larangan perempuan muslim memakai cadar. Larangan memakai cadar itu mulai berlaku di era Perdana Menteri Stephen Harper.
Beleid ini diusulkan pada 2011 oleh parlemen yang saat itu masuk dikuasai Partai Konservatif. Harper sempat melontarkan pernyataan kontroversial, bahwa setiap warga negara Kanada seharusnya tidak malu menampilkan wajahnya.
Trudeau saat pemilu berjanji mencabut larangan memakai niqab. Trudeau mengatakan memakai penutup wajah adalah hak setiap perempuan dewasa warga negara Kanada.
(mdk/ard)