Pfizer dan BioNTech Lakukan Uji Coba Vaksin Pada Anak Di Bawah 12 Tahun
Pfizer Inc dan rekan Jermannya, BioNTech SE mulai melakukan uji coba vaksin Covid-19 yang mereka kembangkan pada anak di bawah usia 12 tahun, dengan harapan bisa memperluas vaksinasi dalam berbagai usia pada awal 2022.
Pfizer Inc dan rekan Jermannya, BioNTech SE mulai melakukan uji coba vaksin Covid-19 yang mereka kembangkan pada anak di bawah usia 12 tahun, dengan harapan bisa memperluas vaksinasi dalam berbagai usia pada awal 2022. Demikian disampaikan perusahaan farmasi Amerika Serikat tersebut pada Kamis.
Sukarelawan pertama dalam uji coba tahap awal diberikan suntikan pertama mereka pada Rabu, demikian disampaikan juru bicara Pfizer, Sharon Castillo, dikutip dari Reuters, Jumat (26/3).
Vaksin Pfizer/BioNTech disetujui oleh regulator AS pada akhir Desember 2020 untuk orang berusia 16 tahun ke atas. Hampir 66 juta dosis vaksin telah disuntikkan di AS sampai Rabu pagi, menurut data Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS.
Uji coba pada anak-anak, yang mencakup bayi berusia enam bulan, menyusul uji coba yang sama yang diluncurkan Moderna Inc pekan lalu.
Hanya vaksin Pfizer/BioNTech yang digunakan untuk remaja berusia 16 sampai 17 tahun di AS. Suntikan Moderna juga bisa untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas, dan belum ada vaksin Covid-19 yang telah disetujui untuk penggunaan pada anak yang lebih muda.
Pfizer dan BioNTech berencana untuk menguji keamanan vaksin mereka dalam tiga dosis berbeda - 10, 20 dan 30 mikrogram - dalam 144 peserta uji coba Fase I/II.
Mereka kemudian berencana untuk mengembangkan uji coba tahap akhir dengan 4.500 peserta di mana mereka akan menguji keamanan, tolerabilitas, dan respons kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin, kemungkinan dengan mengukur tingkat antibodi pada subjek atau peserta muda.
Castillo menyampaikan pihaknya berharap dapat mengumpulkan data dari uji coba ini pada paruh kedua 2021.
Castillo menambahkan, Pfizer juga telah menguji vaksin pada anak-anak usia 12 sampai 15 tahun. Perusahaan berharap bisa memiliki data dari uji coba ini dalam beberapa pekan ke depan.
Baca juga:
3.251 Warga Brasil Meninggal karena Covid-19 Hanya dalam Sehari
Potret Bocah di Italia Sekolah Online Sambil Gembala Kambing
Bill Gates: Dunia Akan Kembali Normal Pada Akhir 2022
Klinik di Hong Kong Dihukum Karena Rekomendasikan Vaksin Pfizer Daripada Sinovac
Kasus Positif Covid-19 di AS Tembus 30 Juta, Tertinggi di Dunia