Petinggi KKK ancam bunuh wartawati imigran saat wawancara
Selama wawancara berlangsung, Barker selalu mencemooh Calderon dengan mengatakan 'nigger' dan 'mongrel' (anjing kampung). Usai wawancara, Calderon mengaku sangat terpukul dengan pernyataan Barker. Dia tidak menyangka bakal diperlakukan seperti itu.
Seorang wartawati kantor berita Univision asal Amerika Serikat, Ilia Calderon, diancam bakal dihabisi oleh pimpinan organisasi supremasi kulit putih, Ku Klux Klan. Insiden itu terjadi dalam wawancara dilakukan oleh stasiun televisi Negeri Abang Sam khusus berbahasa latin itu.
Dilansir dari laman Independent, Jumat (18/8), Ilia ditugaskan mengunjungi dan mewawancarai pimpinan faksi Loyal White Knights dalam organisasi Ku Klux Klan, Chris Barker, di rumahnya di Negara Bagian North Carolina, buat acara bertajuk 'Aqui y Ahora'. Banyak anggotanya ikut serta dalam pawai 'Unite the Right' di Kota Charlotsville, Negara Bagian Virginia, berujung insiden maut merenggut nyawa seorang demonstran anti golongan sayap kanan, pada akhir pekan lalu. Perempuan keturunan Afro-Kolombia itu melihat bagaimana ketika Chris memimpin rapat KKK, lengkap dengan mengenakan jubah dan topeng putih, kemudian seluruh peserta menari sambil membawa obor. Setelah itu mereka baru memulai wawancara.
Baru mulai mengajukan pertanyaan, Barker langsung meminta kepada Calderon supaya segera pergi dari tanah AS. Calderon memang seorang pendatang.
"Kami enggak punya apa-apa di Amerika. Namun, kalian terus berdatangan. Seperti yang Tuhan katakan, atau menurut dalil Yahweh, kita bakal memburu dan mengusir kamu," ujar Barker.
Calderon lantas melanjutkan pertanyaan. Namun, saat Calderon berbicara, Barker kemudian memotong pembicaraan.
"Enggak, kamu bakal kami bakar hidup-hidup," ujar Barker.
Calderon langsung mengalihkan pertanyaan dan meminta Barker menjelaskan bagaimana dia bakal membakar hidup-hidup sekitar 11 juta imigran di AS.
"Kami membunuh enam juta Yahudi di masa lalu. Sebelas juta (imigran) enggak ada apa-apanya," lanjut Barker,
Barker juga malah memuji tindakan pelaku penabrak kerumunan demonstran anti fasis di Charlotsville.
"Kami enggak peduli kalau beberapa anggota mereka tewas. Mereka selalu menyerang dan mengganggu pawai kami," ucap Barker.
Selama wawancara berlangsung, Barker selalu mencemooh Calderon dengan mengatakan 'nigger' dan 'mongrel' (anjing kampung). Barker juga berdalih organisasinya bukan menyebarkan kebencian, tetapi cuma berbasis penganut Kristen.
Usai wawancara, Calderon mengaku sangat terpukul dengan pernyataan Barker. Dia tidak menyangka bakal diperlakukan seperti itu.
"Tim sudah memperingatkan kalau saya bakal dihina. Saya sih sadar. Cuma enggak mengira kalau sampai seperti itu. Waktu itu saya benar-benar khawatir dengan keselamatan saya dan tim," kata Calderon.
Baca juga:
Kekonyolan grup rasis Norwegia anggap kursi bus muslimah berjilbab
Sikap rasis kini menyusup ke kampus-kampus di Australia
Rumah dicoret-coret bernada rasis, LeBron James kecewa berat
Toserba rasis di Meksiko, tak mau layani muslim dan Obama
Bintang Youtube diusir dari pesawat karena bicara bahasa Arab
Kritik industri fashion, model kulit hitam tiru iklan-iklan populer