Peserta bertambah, RI janji fokus agar KAA perjuangkan Palestina
Sudah 30 kepala negara berjanji hadir dalam perayaan 60 tahun KAA di Bandung.
Kementerian Luar Negeri Indonesia mengkonfirmasi jumlah negara yang memastikan terlibat dalam Konfrensi Asia Afrika di Bandung, Jawa Barat, akhir bulan ini. Jika awalnya baru 17 kepala negara memastikan hadir, kini peserta sudah meningkat.
"Sudah diatas 30 negara yang konfirmasi seiring mendekati hari-H, inilah kesempatan baik saling berbagai pengalaman untuk mengetahui kemajuan tiap negara," kata Direktur Kerja Sama Intrakawasan Asia Pasifik dan Afrika, Benyamin Carnadi, di Jakarta, Kamis (2/4).
Jumlah ini masih sangat mungkin bertambah menjelang penyelenggaraan KAA, baik pada 19-23 April di Jakarta, maupun pada perayaan 60 tahun 24 April mendatang. Sepanjang acara, Kemenlu mengatakan banyak isu dibahas.
Misalnya keamanan, ketahanan energi , pariwisata, dan hubungan antar manusia untuk meningkatkan kerja sama kawasan. Sehingga hubungan kedepannya lebih maju lagi.
Carnadi menambahkan, isu kemerdekaan Palestina akan diangkat khusus dalam materi KAA nanti. Saat ini, menurut negara anggota KAA, adalah momentum perjuangan Palestina.
"Ini bentuk dukungan perjuangan untuk mereka, oleh karenanya kita mau keluarkan kembali melalui deklarasi yang akan disetujui negara-negara dalam KAA berupa trilateral operation dalam mencapai kemerdekaan Palestina," urainya.
Tema KAA di Indonesia ini adalah 'Strengthening South-South Cooperation to Promote World Peace and Prosperity.' Dengan tujuan forum ini dapat menjembatani negara-negara di kawasan Asia dan Afrika untuk mendorong kemitraan yang lebih erat dan berbagi pengalaman untuk meningkatkan sektor ekonomi.
Baca juga:
Palestina resmi gabung Mahkamah Internasional
Peringatan Hari Tanah ke-40, Palestina-Israel kembali memanas
Parlemen Jerman bahas dukungan agar Palestina merdeka
Penasehat Obama: Penjajahan Israel terhadap Palestina harus berakhir
Kegigihan guru di Gaza tetap mengajar meski tak punya kaki & tangan
Netanyahu menang lagi, Palestina merana hingga 2019