LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Perusahaan Startup Malaysia Luncurkan "Google" Syariah

Perusahaan startup Malaysia meluncurkan mesin pencari semacam Google syar'i atau syariah. Browser untuk ponsel dan desktop ini bernama SalamWeb, dirancang untuk memberikan akses digital yang sesuai dengan syariat Islam kepada para penggunanya.

2019-01-30 14:57:06
Malaysia
Advertisement

Perusahaan startup Malaysia meluncurkan mesin pencari semacam Google syar'i atau syariah. Browser untuk ponsel dan desktop ini bernama SalamWeb, dirancang untuk memberikan akses digital yang sesuai dengan syariat Islam kepada para penggunanya. Aplikasi gratis ini memiliki agregator berita yang sesuai dengan aturan Islam atau syariah, obrolan komunitas, serta widget dengan jadwal salat disertai pesan-pesan agama. SalamWeb juga memiliki mesin donasi dimana setiap penggunaan aplikasi ini hasilnya akan dikontribusikan untuk amal.

Dilansir dari Sputnik News, Rabu (30/1), SalamWeb disebut mesin pencari pertama yang memiliki sertifikasi syariah dunia. Aplikasi ini akan menyaring halaman yang berisi materi yang dianggap tidak etis, seperti perjudian dan pelacuran maupun konten porno.

Aplikasi ini diciptakan dengan teknologi Chromium, disahkan oleh Dewan Pengawas Syariah Amanie. Karena itulah SalamWeb diklaim sebagai browser bersertifikat syariah pertama di dunia.

Advertisement

Direktur Pelaksana Salam Web Technologies, Hasni Zarina Mohamed Khan mengatakan kepada Bloomberg, tujuan utama diciptakannya browser ini untuk menarik 10 persen dari 1,8 miliar Muslim di dunia dan menjadikan internet sebagai tempat yang lebih baik.

"Kita tahu bahwa internet memiliki sisi baik dan buruk. Jadi SalamWeb menawarkan aplikasi browser yang memungkinkan Anda menjelajahi internet untuk melihat hal positif," jelasnya.

Hasni Zarina menambahkan, pihaknya mengedepankan nilai-nilai universal dan pemakai aplikasi ini bisa dari semua kalangan, bukan hanya kalangan Muslim. Dia mengacu pada tantangan Google dan Facebook saat dikritik karena gagal melawan konten berbahaya dan berita palsu, sementara Twitter dicap sebagai "tempat beracun bagi perempuan" oleh Amnesty International.

Advertisement

“Internet bisa menjadi tempat yang berbahaya. Sudah jelas bahwa kita membutuhkan alternatif," pungkasnya.

Baca juga:
Ini Jawaban Orang Dekat Soal Kabar Perceraian Mantan Raja Malaysia dan Miss Moskow
Sultan Pahang Terpilih Jadi Raja Baru Malaysia
Mantan Raja Malaysia Dikabarkan akan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia
WNI di Malaysia Ditemukan Tewas Tak Berbusana, Diduga Dibunuh Motif Asmara
Mahathir Mohamad Dituduh Anti-Yahudi karena Tolak Visa Atlet Israel
Ketangguhan Kopaska, Pasukan Elite TNI Pernah Bikin Tentara Malaysia Ciut

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.