Perusahaan AS tuding Korea Utara curi uang jutaan dolar lewat peretasan
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya sudah menyebut aksi peretasan dari Korut ini didukung oleh negara. Tak hanya Korut, AS juga menuding hal serupa terhadap Rusia, Iran, dan China.
Perusahaan keamanan asal Amerika Serikat FireEye kemarin mengatakan sebuah organisasi di Korea Utara mencuri uang jutaan dolar dengan meretas sistem komputer bank di berbagai belahan dunia sejak 2014. Bank-bank yang diserang itu dikatakan berada di sebelas negara. Perusahaan AS juga mengatakan kelompok organisasi itu hingga kini masih beroperasi.
Dilansir dari laman the Associated Press, Kamis (4/10), pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya sudah menyebut aksi peretasan dari Korut ini didukung oleh negara. Tak hanya Korut, AS juga menuding hal serupa terhadap Rusia, Iran, dan China.
Bulan lalu Departemen Kehakiman AS mendakwa peretas asal Korut sebagai pelaku pembobolan bank sentral Bangladesh hingga sebesar USD 81 juta dan menyebarkan virus WannaCry yang melumpuhkan sistem komputer Badan Kesehatan Nasional Inggris.
"Pada kenyataannya mereka membutuhkan uang dan masih mendulang keuntungan, setidaknya sampai sanksi diakhiri," ujar Adam Meyers, wakil presiden intelijen di CrowdStrike.
CrowdStrike mengatakan mereka masih terus mendeteksi serangan siber dari Korut dalam dua bulan terakhir, termasuk sebuah malware yang menyasar target di Korea Selatan, serta malware jenis baru yang membidik pengguna ponsel berbasis sistem operasi Linux.
Baca juga:
Korsel sebut Korut punya 20 sampai 60 senjata nuklir
Kim jong-un hadiahkan sepasang anjing buat presiden Korsel sebagai tanda persahabatan
Trump sebut surat terbaru dari Kim Jong-un karya seni yang indah
Peringatan Chuseok, warga Korut sujud di depan zona perbatasan Korsel
Keakraban Kim Jong-un saat ajak Presiden Korsel Moon Jae-in mendaki Gunung Paektu
Tutup kunjungan ke Korut, Presiden Korsel & Kim Jong-un naik gunung bareng