Pertempuran usai, pemerintah Filipina izinkan penduduk Marawi pulang
Pertempuran usai, pemerintah Filipina izinkan penduduk Marawi pulang. Pemerintah Filipina sejak Ahad lalu mengizinkan penduduk Kota Marawi yang mengungsi kembali pulang setelah pertempuran antara militer Filipina melawan militan ISIS usai.
Pemerintah Filipina sejak Ahad lalu mengizinkan penduduk Kota Marawi yang mengungsi kembali pulang setelah pertempuran antara militer Filipina melawan militan ISIS usai.
Sejumlah bagian kota di Filipina selatan itu hancur dalam pertempuran lima bulan, antara pasukan pemerintah dan militan ISIS sejak Mei hingga Oktober 2017. Dalam Pertempuran Marawi, hampir 1.200 orang dilaporkan tewas. Demikian seperti dikutip dari VOA Indonesia, Rabu (4/4).
Selama ini, penduduk yang tinggal di tempat itu tidak diizinkan pulang karena dikhawatirkan masih ada bom-bom aktif terkubur di dalam reruntuhan bangunan. Atas keputusan pemerintah Marawi tersebut, warga pun merasa terharu dan bahagia.
Pihak berwenang akhirnya mengizinkan mereka pulang, sementara rencana renovasi sedang digodok. Daerah yang terdampak paling parah kemungkinan akan diratakan dengan tanah.
Sekitar 7.000 penduduk lokal kembali ke rumah mereka masing-masing Ahad lalu. Mereka mulai mengais sisa-sisa reruntuhan akibat pertempuran.
Marawi yang terletak di Pulau Mindanao, merupakan kota besar di Filipina, yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Konflik bersenjata selama lima bulan di Marawi, Lanao del Sur, bermula pada 23 Mei 2017 antara pasukan keamanan Pemerintah Filipina dan militan yang bersimpati dengan ISIS, termasuk kelompok Maute dan jihad Salafi Abu Sayyaf.
Pertempuran tersebut tercatat sebagai pertempuran terlama dalam sejarah modern Filipina.
Reporter: Liputan6.com
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Usai menghabisi ISIS, warga Marawi dibolehkan pulang
Perjuangan anak-anak ke sekolah dari berbagai negara ini patut diacungi jempol
Menengok korban perdagangan anak berlatih Muay Thai di Manila
Polisi Filipina tembak mati 13 tersangka pengedar narkoba karena melawan
Polisi Filipina tembak mati 13 pengedar narkoba dalam sehari
Bus di Filipina masuk jurang, 19 tewas 17 terluka