Perkuat armada udara, Malaysia lirik Eurofighter Typoon & Rafale
Malaysia sedang mencari pengganti untuk MiG-29N yang sudah termakan usia.
Seperti halnya Indonesia, Malaysia kini sedang mencari pesawat tempur baru untuk memperkuat armada udaranya. Ada tiga pesawat yang mereka incar, antara lain JAS Gripen, Dassault Rafale dan Eurofighter Typhoon.
"Saat ini kami sudah mencapai tahap akhir untuk mempelajari perusahaan yang sesuai dengan kebutuhan kami dan keputusan akan diberikan tidak dalam waktu dekat," ungkap Panglima Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF), Jenderal Tan Sri Roslan Saad dalam wawancaranya dengan Malaysian Diggest, belum lama ini.
Roslan Saad mengungkapkan, ada beberapa pesawat yang menjadi incaran mereka, di antaranya JAS Gripen, Dassault Rafale dan Eurofighter Typhoon. BAE Systems telah mengajukan penawaran sejak Maret 2014 lalu, di mana Malaysia berencana membeli 18 pesawat tempur pada 2015 lalu, hingga sekarang.
"Fokus kami adalah pesawat tempur multiperan (MRCA) yang bisa digunakan untuk berbagai macam peran, pertempuran udara ke udara dan serangan udara ke darat," ungkap Roslan Saad.
Sementara itu, Saab telah membuka penyewaan JAS 39 Gripen C/D. Tawaran ini diberikan karena pemerintah Malaysia sedang mengupayakan pembelian langsung guna memotong pengeluaran.
Program pengadaan pesawat tempur baru ini sempat ditunda selama beberapa tahun terakhir akibat kondisi perekonomian yang dialami Malaysia. Pembelian tersebut dilakukan untuk mengganti armada MiG-29N yang akan dipensiunkan pada 2010 lalu.
Baca juga:
A-10 Thunderbolt, jet tempur legendaris AS paling mematikan
Pesawat TNI keluar landasan, Bandara Hang Nadim sempat ditutup 2 jam
Kronologi Hercules A-1308 patah roda di Lanud Abdulrachman Saleh
Danlanud: Evakuasi Hercules tunggu spare part dari Bandung
Pesawat militer gangguan teknis di landasan, Bandara Malang ditutup