Perang Terpanjang Berakhir Saat Pesawat Terakhir Militer AS Tinggalkan Afghanistan
Keberangkatan ini menandai pertama kalinya dalam hampir dua dekade AS dan sekutunya tidak lagi memiliki pasukan di lapangan di Afghanistan setelah menghabiskan dana USD 2 triliun dan hampir 2.000 pasukan AS tewas selama bertugas.
Pesawat terakhir militer Amerika Serikat (AS) telah meninggalkan Afghanistan, berisi para pasukan dan staf diplomatik inti yang masih tersisa. Demikian disampaikan Komandan Komando Pusat AS, Jenderal Kenneth McKenzie pada Senin di Pentagon.
Hal ini menandai akhir perang terpanjang AS di negara tersebut.
Keberangkatan ini menandai pertama kalinya dalam hampir dua dekade AS dan sekutunya tidak lagi memiliki pasukan di lapangan di Afghanistan setelah menghabiskan dana USD 2 triliun dan hampir 2.000 pasukan AS tewas selama bertugas.
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS pada Senin menyampaikan, Departemen Luar Negeri tidak akan ada lagi warga sipil AS di lapangan ketika militer AS meninggalkan Afghanistan.
“Kita tidak akan memiliki warga sipil di lapangan ketika militer pergi,” ujarnya, dikutip dari CNN, Selasa (31/8).
Pejabat ini mengatakan, mereka memperkirakan Kedutaan AS di Kabul menghentikan operasional kedutaan setelah penarikan militer, tapi mengatakan “bukan berarti kami menghentikan komitmen apa pun terhadap warga negara Amerika di Afghanistan, terhadap orang Afghanistan yang dalam bahaya, atau terhadap rakyat Afghanistan.”
Baca juga:
Militer AS Rusak 73 Pesawat & Kendaraan Lapis Baja Sebelum Tinggalkan Afghanistan
Ketakutan & Harapan Warga Afghanistan Menunggu Pemerintahan & UU Baru Taliban
Serangan Roket Hantam Mobil Dekat Bandara Internasional Kabul
Taliban Kecam Serangan Udara AS di Afghanistan yang Tewaskan Korban Sipil
Pengusaha Ini Bantu Warga Afghanistan Pakai Aplikasi Belanja Kirim Sumbangan
Pengungsi Afghanistan Melahirkan dalam Pesawat di Atas Ketinggian 30.000 Kaki