Perang saudara makin parah, Kemlu imbau WNI tak ke Libya
WNI yang terlanjur mukim diminta melapor ke KBRI Tripoli untuk dievakuasi. Sel ISIS juga muncul di Libya.
Kementerian Luar Negeri menerbitkan travel warning kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang hendak ke Libya. Jika tidak mendesak, dilarang bepergian ke negara di wilayah utara Afrika itu.
Kepala Pensosbud KBRI Tripoli Bambang Priya Hutama mengatakan perkembangan politik dan keamanan Libya selama perang saudara masih bergejolak.
"Maka untuk menghindari terjadinya hal-hal tidak diinginkan bagi keselamatan WNI, KBRI Tripoli menyampaikan agar WNI tidak melakukan/menunda perjalanan ke Libya," ujarnya dalam keterangan pers diterima merdeka.com, Minggu (15/3).
Kepada WNI yang terlanjur berada di Libya, KBRI meminta senantiasa meningkatkan kewaspadaan, memantau segala perkembangan terjadi, dan mengambil langkah-langkah keluar dari Libya untuk dievakuasi.
"Kepada WNI di Libya untuk segera melaporkan keberadaan dirinya kepada KBRI Tripoli melalui hotline KBRI (+216 25 596 366)," imbuh bambang.
Sejak diktator Muammar Khadafi lengser pada 2011, kondisi Libya morat-marit. Pengaruh Mesir dan Amerika Serikat sangat dominan pada pemerintahan sekarang
Sel teror independen mulai muncul pada Oktober 2013 di Kota Derna. Intelijen setempat melaporkan para militan lokal mengaku telah berbaiat kepada Khalifah Abu Bakar al-Baghdadi, sang pemimpin besar ISIS.
Pada Januari lalu, Hotel Corinthia di Ibu Kota Tripoli diserang pasukan militan yang terkait ISIS. Sembilan warga asing tewas, serta puluhan lainnya cedera.
(mdk/ard)