Penumpang difabel merangkak naik pesawat, maskapai Jepang dikecam
Maskapai penerbangan murah asal Jepang, Vanilla Air, dikecam lantaran membiarkan seorang penumpang difabel naik ke pesawat dengan cara merangkak. Ketika dia akan masuk ke pintu pesawat pun tak ada seorang petugas kabin yang membantunya.
Maskapai penerbangan murah asal Jepang, Vanilla Air, dikecam lantaran membiarkan seorang penumpang difabel naik ke pesawat dengan cara merangkak.
Penumpang itu bernama Hideto Kijima, menderita kelumpuhan dari pinggang ke bawah, akan kembali ke Osaka usai berlibur di Amami. Karena kedua kakinya tak bisa digerakkan, Kijima harus menggunakan kursi roda.
Namun, saat hendak kembali ke Osaka, dia mendapat pengalaman buruk, karena tidak 'ramah' penyandang disabilitas, dia harus naik tangga untuk dapat masuk ke kabin pesawat, yang membuat dia merangkak untuk dapat naik. Ketika dia akan masuk ke pintu pesawat pun tak ada seorang petugas kabin yang membantunya.
Saat pria berusia 44 tahun itu meminta tolong kepada petugas, dia mendapat reaksi mengejutkan. Maskapai itu melarang seluruh petugas membantu penumpang menaiki tangga.
Mendapat perlakuan tak menyenangkan, Kijima menuliskan pengalamannya tersebut di blog pribadinya. Harian Asahi yang pertama kali mengangkat kisah Kijima ke publik.
Mendapat pemberitaan mengenai pelayanan buruk, Vanilla Air mengajukan permintaan maaf pada Kijima.
"Kami minta maaf karena telah menyulitkannya," tutur juru bicara maskapai, seperti dilansir dari BBC, Kamis (29/6).
Selain itu, juru bicara itu juga menyampaikan alasan larangan membopong penyandang cacat melalui tangga untuk masuk pesawat karena berbahaya. Dia menambahkan maskapai tersebut juga akan segera menyediakan elevator di bandara bagi penyandang disabilitas.
Vanilla Air merupakan maskapai berbujet murah dari All Nippon Airways. Amami hanya memiliki bandara kecil yang tidak memiliki elevator untuk memudahkan pengguna kursi roda.
Baca juga:
Bayi lahir di kabin dapat tiket penerbangan gratis seumur hidup
Menengok nasib jemaah umrah RI usai konflik Qatar dan Arab
7 Bandara terbaik di dunia tahun ini, 6 ada di Asia
Maskapai Korea Selatan siap terbang ke langit Lombok