LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Pentolan KKK membunuh 3 pegiat hak sipil AS wafat di penjara

Edgar Ray Killen bersalah atas pembunuhan terhadap tiga pegiat hak sipil AS yakni James Chaney, Michael Schwerner, dan Andrew Goodman pada 1964.

2018-01-15 05:03:00
Amerika Serikat
Advertisement

Edgar Ray Killen, seorang mantan ketua organisasi ekstremis sayap kanan Ku Klux Klan (KKK) di Amerika Serikat, meninggal dunia dalam usia 92 tahun. Dia mengembuskan napas terakhir di penjara saat menjalani hukuman lantaran terbukti memerintahkan pembunuhan tiga pegiat hak sipil di AS pada 1964 silam.

Dilansir dari laman The Guardian, Minggu (14/1), Killen dikabarkan tutup usia pada Kamis lalu pukul 09.00 waktu setempat. Menurut sipir LP Parchman, Negara Bagian Mississippi, Killen meninggal dengan wajar dan tidak mengalami sakit atau karena sebab lain.

Pengadilan Neshoba County baru menjatuhkan putusan bersalah terhadap Killen, atas pembunuhan terhadap tiga pegiat hak sipil AS pada 21 Juni 2005 lalu. Saat divonis, usia Killen sudah menginjak 80 tahun.

Advertisement

Menurut juri, Killen bersalah atas pembunuhan terhadap James Chaney, Michael Schwerner, dan Andrew Goodman pada 1964. Atas perbuatannya, dia dijatuhi tiga hukuman berbeda masing-masing 20 tahun penjara.

Ketiga pegiat hak sipil tewas saat itu masih berusia 20-an tahun. Mereka tergabung dalam gerakan 'Freedom Summer', yakni melakukan advokasi terhadap etnis kulit hitam dan minoritas lainnya supaya mendapat hak memilih dan berpartisipasi dalam politik AS, serta kesetaraan dalam struktur masyarakat.

Saat kejadian, James, Michael, dan Andrew sedang mengusut dugaan pembakaran terhadap gereja jemaat kulit hitam di Philadelphia, oleh ekstremis sayap kanan kulit putih. Ketika berkendara dengan mobil, mereka dicegat oleh sheriff setempat dan sempat ditahan. Mereka dibebaskan tak lama kemudian, tetapi sheriff terlebih dulu memberi tahu anggota KKK.

Advertisement

Setelah ketiga pemuda itu pergi, mereka dicegat oleh gerombolan KKK, kemudian dianiaya hingga tewas. Karena tidak kunjung muncul, rekan-rekan mereka sesama pegiat hak sipil melapor kalau ketiganya hilang. Pemerintah AS sampai mengutus agen Biro Penyelidik Federal (FBI) ke Mississippi buat mencari tiga sekawan itu.

Gubernur Mississippi saat itu menyangkal ketiganya hilang. Bahkan Senator Jim Eastland yang mendukung kebijakan pemisahan ras meyakinkan Presiden Lyndon Johnson kalau hal itu dilakukan cuma buat menarik perhatian massa.

Tak lama kemudian, penyelidikan FBI membuahkan hasil. Ternyata ketiganya dibunuh dan jasad mereka ditemukan di sebuah lahan pertambangan. Sedangkan mobil mereka tumpangi sengaja ditenggelamkan di danau setempat buat menghilangkan jejak.

Sejumlah pelaku, termasuk beberapa polisi setempat, ditangkap dan divonis penjara. Kejadian itu membikin desakan gerakan kesetaraan ras dan hak sipil di AS semakin menguat, hingga akhirnya Undang-Undang Hak Sipil disahkan. Peristiwa itu juga diabadikan melalui layar lebar dengan judul 'Mississippi Burning' pada 1988, dibintangi aktor Gene Hackman dan Willem Dafoe.

Baca juga:
Peringatan nuklir keliru bikin panik seluruh Hawaii
Sederet ucapan Donald Trump yang tunjukkan dirinya rasis
Trump dituding beri Rp 1,7 M pada mantan bintang porno tutupi perselingkuhannya
Sebut negara-negara Afrika 'gembel', Trump dikecam PBB hingga Vatikan
Batal datang & takut didemo, Inggris hadirkan replika Trump di gedung baru Kedubes AS

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.