Pentagon Klaim Putin Tidak Akan Gunakan Nuklir di Ukraina, Ini Alasannya
Sebelumnya pada Kamis, Presiden Biden memperingatkan meningkatnya eskalasi konflik antara Rusia, Ukraina, dan Barat berisiko menyebabkan "Armageddon" atau kiamat nuklir.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) tidak yakin Rusia akan menggunakan senjata nuklir di Ukraina, menurut pejabat Pentagon kepada jurnalis baru-baru ini. Namun demikian, Washington masih menganggap ancaman itu "sangat serius".
"Kami tidak menilai Presiden (Vladimir) Putin telah membuat keputusan untuk menggunakan senjata nuklir saat ini," jelas Sekretaris Pers Pentagon, Brigadir Jenderal Patrick Ryder pada Kamis pekan lalu, dikutip dari Russia Today.
Hal tersebut dia sampaikan setelah Presiden AS Joe Biden memperingatkan risiko konflik nuklir paling berbahaya sejak Krisis Rudal Kuba tahun 1962.
Ryder mengatakan untuk saat ini AS tidak memiliki informasi apapun yang menjamin adanya perubahan dalam strategi pencegahan. Dia juga menambahkan, Washington akan terus memantau situasi karena menganggap ancaman Rusia sangat serius.
Pada Jumat, juru bicara Pentagon lainnya, J. Todd Breasseale mengatakan kepada Politico, AS tidak melihat adanya indikasi apapun bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan nuklir.
"Untuk jelasnya: kami tidak melihat alasan apapun untuk menyesuaikan sikap nuklir strategis kami sendiri ataupun kami tidak melihat adanya indikasi Rusia sedang mempersiapkan serangan nuklir dalam waktu dekat," jelasnya.
Breasselae juga menuding Kremlin gegabah menyatakan soal potensi penggunaan senjata nuklir. Dia memperingatkan, serangan nuklir dalam skala apapun akan sangat menghancurkan bagi dunia dan mengakibatkan konsekuensi yang sangat berbahaya.
Sebelumnya pada Kamis, Presiden Biden memperingatkan meningkatnya eskalasi konflik antara Rusia, Ukraina, dan Barat berisiko menyebabkan "Armageddon" atau kiamat nuklir.
Moskow juga sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda akan menggunakan senjata nuklir. Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidatonya baru-baru ini mengatakan Rusia memiliki "beragam maksud terkait penghancuran" dan tidak ragu-ragu menggunakannya untuk mempertahankan negaranya.
Baca juga:
Joe Biden: Dunia di Ambang Kiamat Nuklir
AS Gelontorkan Rp22,7 Triliun per Bulan Untuk Bantu Ukraina
Joe Biden Ancam Putin Jangan Gunakan Senjata Pemusnah Massal di Ukraina
Akankah Putin dan Zelenskyy Bertemu di KTT G20 Bali?
Bertemu Ketua Parlemen Rusia, Puan Minta Hentikan Perang di Ukraina
Intip Tentara Cadangan yang Dimobilisasi Putin Jalani Latihan Tembak