Penjualan Perlengkapan Perang Melonjak di Tengah Serangan Rusia ke Ukraina
Penjualan peralatan P3K, tas ransel untuk perbekalan, perlengkapan tempur seperti rompi antipeluru dan plat baja, serta pakaian lapangan termasuk yang mengalami lonjakan.
Perang di Ukraina membuat penjualan perlengkapan militer melonjak di Finlandia. Alasannya karena sebagian anak muda Finlandia ingin ikut berperang membantu Ukraina melawan Rusia meski sudah ada anjuran dari Kementerian Luar Negeri Finlandia untuk tidak melakukannya.
Penjualan peralatan P3K, tas ransel untuk perbekalan, perlengkapan tempur seperti rompi antipeluru dan plat baja, serta pakaian lapangan termasuk yang mengalami lonjakan.
Dilansir dari laman Sputnik News, Senin (14/3), toko Varusteleka yang menjual perlengkapan militer dan kebutuhan lapangan mengatakan ada lonjakan penjualan hingga lebih dari 24 persen dan beberapa jenis barang bahkan sudah habis terjual.
"Kami bisa menjual lebih banyak dibanding saat Natal yang biasanya jadi musim orang belanja. Februari-Maret biasa penjualan sepi. Ini cukup mengejutkan kami," kata direktur penjualan Varusteleka Elina Hame kepada stasiun televisi nasional Yle. Bahkan penjualan peralatan P3K sudah sampai sepuluh kali lipat dari biasanya.
Varusteleka mengumumkan stok rompi antipeluru dan plat baja masih akan minim hingga waktu yang tidak ditentukan.
Tren yang sama juga dialami oleh toko retail perlengkapan lapangan Partioaitta, yang menjual banyak peralatan kedaruratan dari mulai kantong tidur hingga kotak P3K. Sejumlah produk seperti alat pemurni air juga mengalami lonjakan penjualan.
"Produk-produk ini mengalami peningkatan penjualan hingga 8.000 persen," kata CEO Partioaitta Nina Erhnrooth kepada Yle.
Rusia berulang kali menegaskan akan menganggap relawan perang sebagai tentara asing yang tidak termasuk dalam status tahanan perang. Sekitar 180 tentara asing pro-Ukraina tewas ketika Rusia melancarkan serangan ke pusat pelatihan militer Yavorovsky di sebelah barat Ukraina kemarin menggunakan senjata jarak jauh yang presisi.
Baca juga:
Secara Hukum Bolehkah WNI Ikut Berperang di Ukraina?
Pejabat AS Sebut Rusia Minta Bantuan Militer dari China
Remaja Ukraina Tinggalkan Kampus Demi Angkat Senjata Membela Negara
Lebih dari 2.100 Penduduk Mariupol Ukraina Tewas Sejak Invasi Rusia
Bus Berpenumpang Pengungsi Ukraina Terguling di Italia
Jurnalis AS Tewas Ditembak Tentara Rusia di Ukraina