Pengemis-pengemis ini berhati mulia
Kisah pengemis dari pelbagai negara mengharukan, karena mereka membantu orang yang lebih mampu
Di tengah persaingan hidup yang makin keras, orang-orang yang hidup di perkotaan terasa makin individualis. Mereka tidak terlalu peduli dengan keadaan sekitar dan hanya mementingkan keperluan pribadi masing-masing. Kesibukan mencari nafkah membuat mereka kurang peduli dengan sekitar, termasuk kepada fakir miskin, pengemis, atau gelandangan. Apa yang dilakukan seorang pengemis asal Thailand bernama Aiam Cambhiranon ini mungkin akan membuat banyak orang tidak percaya. Ini lantaran dia dikabarkan telah menyumbang Rp 333 juta ke sebuah kuil di dekat Ibu Kota Bangkok. Sedekah tidak akan membuat Anda miskin. Kalimat itu sering didengungkan oleh ajaran agama manapun. Ini pengalaman seorang pengemis yang memberikan uang terakhirnya untuk mahasiswi agar dia bisa pulang aman menggunakan taksi. Gadis itu menceritakan kisahnya. Kejujuran terbukti memang tak ternilai harganya. Gelandangan asal Los Angeles, Amerika Serikat ini sungguh berhati mulia. Dalam rekaman tersembunyi di situs Youtube yang diunggah Josh Paler Lin, pria miskin papa bernama Thomas itu mendapat uang banyak, tapi kemudian pilih membeli makanan untuk dibagi pada orang lain yang membutuhkan.
Sesuai sebutannya, orang-orang yang kita sebut pengemis tentu tak punya banyak uang alias miskin. Dari pakaian dan penampilan mereka yang serba lusuh, kumal, kotor, bau, compang-camping, kita bisa menilai orang itu sebagai pengemis. Mereka biasa meminta-minta uang kepada orang yang mereka temui sehari-hari di jalanan. Cara kerja mereka biasanya mangkal di emper-emper toko sambil menengadahkan tangan atau menghampiri mobil dan motor di lampu merah.
Mereka biasanya dipandang sebelah mata oleh kaum berpunya. Namun siapa sangka pengemis atau gelandangan juga ada yang berhati mulia.
Siapa saja dan bagaimana kisah mereka? Ikuti kisahnya berikut ini.Pengemis Thailand sumbang Rp 333 juta ke sebuah kuil
Situs asiaone.com melaporkan, Senin (8/4/2013), menurut surat kabar Nanyang Siang Pau, Aiam yang sudah mengemis di Kuil Rai King selama 34 tahun belakangan ini, mendonasikan uangnya itu pada Kamis pekan lalu.
Namun, tindakan mulia lelaki 63 tahun ini ternyata sudah yang ketiga kalinya. Aiam pertama kali mendonasikan sekitar Rp 133 juta ke Kuil Rai King pada April 2011.
Pada tahun lalu, lelaki asal Kota Saraburi ini kembali mendonasikan uangnya sekitar Rp 300 juta. Alhasil, apa yang dia lakukan itu menjadi berita utama di beberapa surat kabar di seantero Thailand.
Aiam mengatakan saat hari kerja dia bisa mendapat uang antara Rp 1 juta sampai Rp 1,3 juta dari hasil mengemis. Sedangkan pada akhir pekan, dia bisa mendapat Rp 6,6 juta sampai Rp 13 juta.
Aiam saat ini hidup tanpa sanak saudara. Dia juga menderita penyakit polio dan bisu.Kisah gadis Inggris diberi sedekah oleh pengemis
Malam itu Dominique Harrison Bentzen, mahasiswi Universitas Sentral Lancashire, distri Preston, Inggris hendak berjalan pulang. Jarak rumahnya cukup jauh namun dia sama sekali tidak memiliki uang seperak pun. Dia pun duduk dengan pandangan lesu.
Seorang tunawisma sejak tadi di dekatnya iba melihat Bentzen terlihat lemas. Dia pun bertanya apa masalah Bentzen dan berjanji membantunya. Gadis itu mengaku tidak memegang uang sepeser pun hingga tak bisa pulang.
Sang pengemis diidentifikasikan bernama Robbie mengulurkan uang Rp 50 ribu dan itu duit dia satu-satunya. "Dia memaksa saya mengambil duit itu dan dia ingin saya pulang dalam keadaan aman menggunakan taksi," ujar Bentzen.
Ternyata bukan hanya Bentzen yang ditolong oleh Robbie. Dia tersohor memang seorang welas asih meski hidup serba kekurangan dia berusaha membantu siapa pun yang membutuhkan. Dia selalu mengembalikan dompet beserta isinya jika jatuh dekatnya, menawarkan syal jika ada pejalan kaki kedinginan, serta membantu keuangan mereka yang kesusahan.
Bentzen akhirnya membuat gerakan mengumpulkan dana demi menolong Robbie asal Preston yang baik itu. Bentzen menargetkan dana terkumpul Rp 250 jutaan untuk membeli sebuah apartemen bagi Robbie. Dalam tiga hari dia sudah mendapatkan setengahnya. "Saya gembira bisa memberikan hal yang berarti buat dia sebab dia sangat baik," ujar Bentzen.Kembalikan cincin berlian, pengemis ini dapat imbalan uang ratusan juta
Seorang pengemis tunawisma bernama Billy Ray Harris di Negara Bagian Missouri, Amerika Serikat, bagaikan mendapat durian runtuh ketika orang-orang memberinya sumbangan uang hingga mencapai Rp 830 juta. Kisahnya sontak menjadi sorotan di Negeri Paman Sam itu.
Situs Huffington Post melaporkan, Sabtu (23/2), awal bulan lalu Harris sempat mengembalikan sebuah cincin berlian kepada Sarah Darling ketika pemilik cincin itu tak sengaja menjatuhkan cincinnya ke dalam mangkuk tempat uang Harris di pinggir jalan ketika akan memberinya uang receh.
Sebagai rasa terima kasih, Sarah bersama suaminya kemudian mengumpulkan uang sumbangan untuk Harris setelah menceritakan kisahnya kepada teman-temannya. Sejak 14 Februari lalu uang sumbangan untuk Harris telah mencapai Rp 830 juta.
"Saya tak tahu bagaimana hidup Anda sebelumnya hingga jadi pengemis, tapi saya yakin Anda adalah orang sangat jujur," tulis seorang penyumbang bernama Volanda Shields di laman GiveForward. Dia menyumbang Rp 10 juta kepada Harris.
"Kata-kata tak mampu menggambarkan perasaan saya terlibat dalam kegiatan ini," kata suami Darling, Bill Krejci.
Harris yang mengaku dibesarkan oleh kakeknya yang seorang pendeta, mengatakan kepada stasiun televisi KCTV, keputusannya mengembalikan cincin itu tidak mengharapkan pamrih.
"Yang saya rasakan saat ini," kata Harris, "apa yang akan terjadi di dunia ini ketika orang-orang mengembalikan barang yang bukan haknya?"Gelandangan dapat Rp 1,2 juta, habiskan uang buat orang miskin
Paler Lin awalnya ingin bereksperimen, mencari tahu seperti apa kelakuan gelandangan bila diberi uang lumayan banyak. Dia pun memberikan USD 100 (setara Rp 1,2 juta) pada Thomas yang kebetulan dia temui di Taman Kota Los Angeles.
Setelah itu, Lin membuntuti Thomas yang menuju toko minuman keras. "Melihat dia masuk toko miras, saya pikir akan menyaksikan cerita khas soal gelandangan membuang sia-sia uang pemberian orang," kata Lin seperti dilansir Daily Mail, Rabu (24/12).
Tak dinyana, setelah 10 menit belanja, Thomas membawa bungkusan besar. Isinya adalah roti, minuman, salad, dan pelbagai makanan lainnya. Gelandangan itu lantas berkeliling taman dan wilayah sekitarnya, membagikan makanan tersebut pada sesama pengemis dan fakir miskin lainnya.
Lin sangat tersentuh dengan apa yang dia saksikan. Video itu jadi viral, disaksikan 17 juta orang walau baru dua hari diunggah ke Youtube.
Merasa bersalah karena sudah meremehkan niat baik Thomas, Lin membuat program donasi agar penonton di Youtube mau membantu sang gelandangan. Terkumpul dana mencapai USD 35 ribu (setara Rp 436 juta), diharapkan bisa jadi modal usaha bagi Thomas.
Gelandangan berhati emas yang ditemui Lin kembali selepas rekaman ini populer, merasa terkejut aksinya direkam. Pria 45 tahun menggelandang karena uangnya habis merawat kedua orang tuanya itu, mengaku cuma ingin berbagi pada sesama.
Lin pun menjamin video ini bukan akting atau diatur sejak awal. "Saya bersyukur, apa yang saya saksikan adalah keajaiban. Jangan menilai seseorang dari tampilan luarnya," kata Lin.
Simak videonya berikut ini.