Penembakan di Florida, Trump diminta buat peraturan penggunaan senjata
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama istrinya, Melania Trump menjenguk korban penembakan SMA Marjory Stoneman Douglas, Florida, di Rumah Sakit Kesehatan Broward Health. Dalam penembakan tersebut, 17 orang tewas dan 14 orang lainnya mengalami luka.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama istrinya, Melania Trump menjenguk korban penembakan SMA Marjory Stoneman Douglas, Florida, di Rumah Sakit Kesehatan Broward Health. Dalam penembakan tersebut, 17 orang tewas dan 14 orang lainnya mengalami luka.
Dalam kunjungannya ini, Trump berjanji untuk menyelesaikan masalah keamanan sekolah dan masalah kesehatan mental. Namun dia tidak menyebutkan tentang kekerasan dengan menggunakan senjata atau pembatasan penggunaan senjata. Padahal Trump mendukung National Rifle Association.
Namun beberapa orangtua dan korban lainnya ingin Trump membuat peraturan terkait penggunaan senjata. Mereka ingin ada tindakan tegas agar serangan seperti ini tidak terjadi di masa depan daripada kunjungan presiden, seperti dilansir dari laman USA Today.
"Kami ingin keamanan terkait penggunaan senjata yang lebih banyak," kata murid di SMA Marjory Stoneman Douglas, Kevin Trejos, (18).
Senator Marco Rubio, R-Fla, mengatakan kepada Trump bahwa yang dibutuhkan adalah tindakan pada kekerasan di sekolah.
"Ini adalah sebuah komunitas dan sebuah keadaan yang sangat menyakitkan, dan mereka ingin tindakan untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi," kata Rubio.
Trump menjawab dengan tegas, "Anda bisa mengandalkannya."
Baca juga:
Aksi lilin untuk 17 korban penembakan brutal di Florida
Ini wujud senjata AR-15 yang digunakan penembak brutal di Florida
Selamatkan siswa dari penembakan sekolah Florida, guru ini dijuluki pahlawan
Ketika ancaman kematian mengintai di sekolah-sekolah Amerika
Ini pelaku penembakan brutal yang tewaskan 17 orang di Florida