LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Penelitian Ungkap Polusi Udara Berkaitan dengan Kematian karena Covid-19

Para peneliti menegaskan, terpapar Covid-19 kemudian terkena polusi udara bukan berarti polusi udara itu sendiri yang membunuh manusia, meski dampaknya bukan berarti tidak mungkin terjadi.

2020-10-28 12:24:00
corona covid
Advertisement

Sebuah penelitian oleh ilmuwan Jerman dan Siprus mengungkap, paparan polusi udara cukup lama kemungkinan terkait dengan 15 persen kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia.

Para peneliti melaporkan hasil studi mereka dalam jurnal Penelitian Kardiovaskular kemarin dengan menganalisis data dari Amerika Serikat dan China yang terkait dengan polusi udara, Covid-19 dan SARS.

Para peneliti menegaskan, terpapar Covid-19 kemudian terkena polusi udara bukan berarti polusi udara itu sendiri yang membunuh manusia, meski dampaknya bukan berarti tidak mungkin terjadi.

Advertisement

Dilansir dari laman Aljazeera, Rabu (28/10), para penulis penelitian menggabungkan data satelit untuk partikel-partikel mikroskopis sekaligus jaringan pemantauan polusi udara di bumi untuk menghitung sejauh mana polusi udara berdampak terhadap kematian karena Covid-19.

Hasilnya menyatakan 19 persen kematian di Eropa dan 17 persen kematian di Amerika Utara.

"Jika paparan jangka panjang polusi udara dan terkena Covid-19 bersatu maka kita akan mengalami dampak parah terhadap kesehatan, terutama untuk organ jantung dan pembuluh darah," kata penulis penelitian Thimas Munzel.

Advertisement

Dia menuturkan, polusi udara dan Covid-19 meningkatkan faktor risiko kerusakan paru-paru dan penyakit jantung. Partikulat dari polusi udara juga meningkatkan aktivitas di permukaan sel reseptor, ACE-2, yang terlibat dalam bagaimana cara penyakit Covid-19 menyerang pasien.

"Jadi kita terpapar dua hantaman sekaligus: polusi udara yang menyebabkan kerusakan paru-paru dan sel ACE-2 yang bisa membuat virus mudah masuk ke dalam sel," ujar Munzel, profesor di Universitas Pusat Kesehatan dari Universitas Johannes Gutenberg, Mainz.

Jos Lelieveld dari Institut Kimia Max Planck mengatakan kepada AFP, penelitian ini menyimpulkan "paparan partikel dari polusi udara menjadi faktor yang makin memperburuk Covid-19."

Dia menyebut diperkirakan ada 6.100 kematian di Inggris yang diduga terkait dengan polusi udara. Di AS angkanya mencapai hampir 40.000 kematian.

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.