LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Penelitian Lab: Virus Corona Varian Baru A.30 Mampu Lawan Vaksin Pfizer, AstraZeneca

Tim peneliti dari Jerman mencermati varian A.30 yang pertama terlacak di Tanzania dan kemudian menyebar ke sejumlah pasien di Angola dan Swedia pada musim semi.

2021-10-29 13:05:19
Covid-19
Advertisement

Penelitian di laboratorium memperlihatkan virus corona varian baru A.30 yang terdeteksi di Angola dan Swedia, memiliki kemampuan tinggi untuk melawan antibodi yang dihasilkan dari vaksin Pfizer dan AstraZeneca.

Tim peneliti dari Jerman mencermati varian A.30 yang pertama terlacak di Tanzania dan kemudian menyebar ke sejumlah pasien di Angola dan Swedia pada musim semi. Mereka membandingkan virus corona varian Beta dan Eta. Beta dipilih karena memiliki "kemampuan tertinggi" untuk melawan antibodi, kata para peneliti.

Dikutip dari laman Russia Today, Jumat (29/10), menurut penelitian yang sudah dikaji sesama ilmuwan dalam jurnla Cellular 7 Molecular Immonology pekan ini, varian A.30 memperlihatkan peningkatan kemampuan untuk memasuki sebagian besar sel inang, termasuk ginjal, liver, dan sel paru-paru.

Advertisement

"Mutasi ini memasuki garis sel inang dengan cara yang kamin efisien dan mampu menghindari upaya penetralan oleh antibodi," kata penelitian.

"Kesimpulannya, A.30 memperlihatkan sebuah garis sel tidak mengawasi varian virus lain dan secara efisien mampu menghindari netralisasi oleh antibodi yang dipicu oleh vaksin ChAdOx1 nCoV-19 [AstraZeneca] atau BNT 162b2 [Pfizer]."

Varian ini juga terbukti mampu melawan obat monoklonal Bamlanivimab, yang dipakai untuk mengobati pasien Covid-19 namun lemah jika melwan campuran Bamlanivimab dan Etesevimab.

Advertisement

Varian A.30 sejauh in belum menjadi varian yang dikhawatirkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) karena kemampuan penyebarannnya yang rendah.

Baca juga:
Epidemiolog Soal Varian AY.4.2: 15 Persen Lebih Menular Daripada Delta
Strategi Pemerintah Cegah Masuknya Varian AY.4.2 dari Inggris
Belanda Alami Kasus Covid-19 Tertinggi dalam Tiga Bulan
Pakar Sebut Masa Inkubasi Varian Delta Hanya 5 Hari
Kasus Covid-19 Cetak Rekor, Rusia Lockdown Moskow
China Mulai Suntik Anak Usia Tiga Tahun dengan Vaksin Covid-19
China Lockdown Kota Berpenduduk 4 Juta Jiwa karena Lonjakan Kasus Covid-19
WHO: Korea Utara Laporkan Nol Kasus Covid-19

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.